Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nanik Sugiarti Ingin TK PKK Lestari Dringu Aman dan Bebas Bullying

A
Penulis: Achmad Arianto❯

 

BEBAS BULLYING: Kepala TK PKK Lestari Nanik Sugiarti saat beraktivitas di antara anak didiknya di TK PKK Lestari Dringu. Sekolah ini menciptakan suasana pendidikan yang aman dan bebas dari bullying.
BEBAS BULLYING: Kepala TK PKK Lestari Nanik Sugiarti saat beraktivitas di antara anak didiknya di TK PKK Lestari Dringu. Sekolah ini menciptakan suasana pendidikan yang aman dan bebas dari bullying.

MENGEMBANGKAN karakter anak perlu dilakukan sejak dini. Untuk membentuk karakter yang baik, sekolah harus aman dan terbebas dari bullying. Seperti yang diimplementasikan di TK PKK Lestari.


Advertisement

Tindakan bullying memang kerap ditemukan di sekolah. Biasanya dilakukan oleh teman sebaya atau kakak kelas. Kondisi demikian, tentunya perlu disikapi dengan baik dan bijak oleh sekolah. Agar perkembangan psikologis dan karakter anak didik menjadi lebih baik lagi.

Inilah yang dilakukan TK PKK Lestari, Jalan Pegadaian 380, Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu. Aktivitas pendidikan dilakukan dengan menghindari tindakan bullying yang akan menghambat perkembangan anak didik.

Kepala TK PKK Lestari Nanik Sugiarti mengatakan, ia mengangkat best practice tentang bullying dalam lomba Kepala Sekolah Inspiratif, Inovatif, Berprestasi (Kesit). Dia pun berhasil menjadi nomine karena best practise itu.

Advertisement

Program itu sendiri dilakukan agar sekolah aman dan bebas bullying. Sebab, selama ini bullying di tingkat PAUD-TK dianggap hal biasa dan wajar. Padahal, bila dibiarkan dan terjadi terus menerus akan berdampak luar biasa pada anak. Jika memengaruhi kondisi psikologis, maka juga akan memengaruhi masa depan anak.

"Kami menyelesaikan masalah bullying saat itu juga tanpa ada tindak lanjut. Seringn waktu kami mempelajari banyak hal. Bahwa kenakalan anak yang mengarah pada perilaku bullying perlu ada penanganan," katanya.

Dalam praktiknya, implementasi tersebut dapat menemui kendala. Misalnya, jadwal implementasi bersamaan dengan kegiatan kedinasan. Kurangnya dukungan dari wali murid, serta perbedaan perhatian kepada setiap pergantian pimpinan baru. Sehingga, apa yang sebelumnya sudah dijalankan, tidak berjalan maksimal sesuai dengan tujuan awal.

Advertisement

"Dengan adanya Kesit, tentu besar harapan kami agar pendidikan di Kabupaten Probolinggo lebih berkembang dan maju. Serta, tidak kalah pentingnya peserta didik lebih berkarakter dan berakhlak," bebernya. (ar/hn)

Advertisement

Artikel Terkait

Raperda Pendidikan di Kabupaten Probolinggo Mandek Sejak 2018 , Didorong Segera Tuntas

Raperda Pendidikan di Kabupaten Probolinggo Mandek Sejak 2018 , Didorong Segera Tuntas

pembahasan raperda tersebut sempat melalui sejumlah tahapan, termasuk evaluasi di tingkat gubernur. Namun, prosesnya tidak berjalan mulus ka

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer