Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minarmi Latih Kejujuran-Berhitung dengan Permainan Tradisional

J
Penulis: Jamaludin❯
INOVATIF: Minarmi, S.Pd. dengan telaten mengajak anak didiknya bermain congklak. Permainan tradisional ini untuk mengajarkan kejujuran dan pandai berhitung. Inset, Minarmi, S.Pd. Kepala TK Tri Dharmo.
INOVATIF: Minarmi, S.Pd. dengan telaten mengajak anak didiknya bermain congklak. Permainan tradisional ini untuk mengajarkan kejujuran dan pandai berhitung. Inset, Minarmi, S.Pd. Kepala TK Tri Dharmo.

MELATIH kejujuran anak menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Banyak cara untuk melatihnya. Seperti dilakukan oleh Kepala TK Tri Dharmo Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Minarmi, S.Pd. Ia melatih kejujuran anak didik melalui sebuah permainan tradisional.


Advertisement

Permainan tradisional yang diterapkan salah satu nomine Kepala Sekolah Inspiratif, Inovatif, Berprestasi (Kesit) itu berupa permainan congklak atau dakon. Selain mengajarkan anak pandai berhitung dan melatih motorik halus, ada misi penting dalam penerapan permainan tersebut. Yakni, melatih kejujuran anak.

Minarmi mengatakan, penanaman karakter kejujuran terhadap anak, khususnya usia TK harus diberikan semenarik mungkin. Serta, menimbulkan antusiasme ketika disampaikan.

Ia pun berhasil menjalankan misinya. Anak didiknya sangat antusias. Bahkan, mereka tidak sabar untuk menunggu giliran memainkan dakon.

Advertisement

“Karena anak usia TK masih cenderung lebih suka bermain. Akhirnya, saya melakukan inovasi best practice permainan congklak. Permainan tradisional ini untuk mengajarkan anak berhitung, melatih kejujuran dan motorik halus anak. Mereka juga sangat antusias,” katanya.

Ia mengungkapkan, inovasi itu juga melihat adanya kurang fokusnya anak-anak terhadap materi pembelajaran. Serta, kurangnya anak didik menguasai materi penjumlahan. Sebelum adanya permainan ini, dua hal tersebut menjadi kendala dalam kegiatan proses belajar mengajar.

“Setelah saya terapkan inovasi tersebut, anak lebih fokus terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Tingkat konsentrasi anak-anak dalam pembelajaran juga meningkat. Hasilnya, anak-anak jadi lebih menguasai penjumlahan,” jelasnya. (uno/rud)

Advertisement

Artikel Terkait

Raperda Pendidikan di Kabupaten Probolinggo Mandek Sejak 2018 , Didorong Segera Tuntas

Raperda Pendidikan di Kabupaten Probolinggo Mandek Sejak 2018 , Didorong Segera Tuntas

pembahasan raperda tersebut sempat melalui sejumlah tahapan, termasuk evaluasi di tingkat gubernur. Namun, prosesnya tidak berjalan mulus ka

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer