alexametrics
27.6 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Mulai Seleksi Peserta Karya Tulis Kampung Hebat

PASURUAN, Radar Bromo – Lomba Anugerah Kampung Hebat Tahun 2021 memasuki babak baru. Setelah semua tahapan seleksi Kampung Hebat rampung, lomba memasuki penjurian karya tulis dan desain tempat sampah.

Selasa (21/9), penjurian lomba karya tulis berlangsung di kantor Radar Bromo. Tema lomba karya tulis adalah Lingkungan Sehat di Tengah Pandemi Covid-19. Dewan juri terdiri atas Nurlaily Arifiyah dari Radar Bromo, Fajar Hidayanto dari Universitas Merdeka Pasuruan, dan Tanti Wahyuni dari Dinas Perpustakaan Kota Pasuruan mengapresiasi puluhan karya tulis yang masuk ke panitia.

Nur Laily Arifiyah mengungkapkan apresiasinya. Tahun ini lebih banyak peserta daripada tahun lalu. Tidak hanya pelajar yang ikut, tapi juga putra daerah yang kuliah di luar kota. Mereka berpartisipasi. Termasuk beberapa karya yang masuk dari kalangan pesantren.

”Jadi, ini adalah edukasi untuk semangat literasi kepada kalangan pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Lomba karya tulis di masa pembelajaran daring ini menjadi peluang emas bagi pelajar untuk bisa menguatkan kembali semangat literasi. Tidak hanya literasi, tapi juga kepedulian generasi muda kepada lingkungan sekitar.

Dalam lomba karya tulis kali ini, ada 26 karya yang masuk. Peserta mengangkat fenomena-fenomena lingkungan di Kota Pasuruan. Bahkan, ada yang cukup berani membuat karya tulis sekaligus proses penelitian langsung di lingkungan.

”Jadi, ini juga menjadi nilai plus. Tidak hanya searching data atau informasi di mesin pencari Google. Tapi, ada yang meneliti langsung,” ujar alumnus manajemen salah satu perguruan tinggi di Malang itu. (eka/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Lomba Anugerah Kampung Hebat Tahun 2021 memasuki babak baru. Setelah semua tahapan seleksi Kampung Hebat rampung, lomba memasuki penjurian karya tulis dan desain tempat sampah.

Selasa (21/9), penjurian lomba karya tulis berlangsung di kantor Radar Bromo. Tema lomba karya tulis adalah Lingkungan Sehat di Tengah Pandemi Covid-19. Dewan juri terdiri atas Nurlaily Arifiyah dari Radar Bromo, Fajar Hidayanto dari Universitas Merdeka Pasuruan, dan Tanti Wahyuni dari Dinas Perpustakaan Kota Pasuruan mengapresiasi puluhan karya tulis yang masuk ke panitia.

Nur Laily Arifiyah mengungkapkan apresiasinya. Tahun ini lebih banyak peserta daripada tahun lalu. Tidak hanya pelajar yang ikut, tapi juga putra daerah yang kuliah di luar kota. Mereka berpartisipasi. Termasuk beberapa karya yang masuk dari kalangan pesantren.

”Jadi, ini adalah edukasi untuk semangat literasi kepada kalangan pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Lomba karya tulis di masa pembelajaran daring ini menjadi peluang emas bagi pelajar untuk bisa menguatkan kembali semangat literasi. Tidak hanya literasi, tapi juga kepedulian generasi muda kepada lingkungan sekitar.

Dalam lomba karya tulis kali ini, ada 26 karya yang masuk. Peserta mengangkat fenomena-fenomena lingkungan di Kota Pasuruan. Bahkan, ada yang cukup berani membuat karya tulis sekaligus proses penelitian langsung di lingkungan.

”Jadi, ini juga menjadi nilai plus. Tidak hanya searching data atau informasi di mesin pencari Google. Tapi, ada yang meneliti langsung,” ujar alumnus manajemen salah satu perguruan tinggi di Malang itu. (eka/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/