Bakal Tindak Tegas Kendaraan yang Nyerobot ke CFD Kota Pasuruan

MATANGKAN KONSEP: Rapat koordinasi lanjutan persiapan event Hari Bebas Kendaraan atau Car Free Day, Jumat (15/2) di kantor Jawa Pos Radar Bromo. Sejumlah pihak dilibatkan untuk memaksimalkan tujuan CFD Kota Pasuruan. (Lailiyah Rahmawati/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Rapat koordinasi lanjutan membahas persiapan pelaksanaan event Hari Bebas Kendaraan atau yang biasa disebut Car Free Day (CFD) melibatkan sejumlah pihak, di antaranya, Polres Pasuruan Kota, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Pendapatan Daerah, Paguyuban PKL, Kelurahan, dan Satpol PP. Jumat (15/2), rapat koordinasi yang dilaksanakan di Kantor Jawa Pos Radar Bromo tersebut menghasilkan beberapa poin penting pelaksanaan CFD. Salah satunya adalah masalah tarif parkir.

Mengamati permasalahan tarif parkir selama pelaksanaan CFD yang tidak seragam. Dalam rapat tersebut kemudian disepakati untuk tarif parkir di dalam GOR bagi kendaraan R-2 sebesar Rp 2 ribu, dan R-4 sebesar Rp 3 ribu. Kemudian untuk tarif parkir luar GOR di semua titik parkir R2 dikenakan tarif Rp 3 ribu, dan R4 sebesar 5 ribu.

“Penyeragaman tarif parkir ini untuk meminimalisir keluhan masyarakat tentang tarif parkir selama pelaksanaan CFD. Dengan penetapan tarif ini tidak boleh lagi ada penarikan tarif melebihi hasil kesepakatan dalam rapat ini,” ujar Andriyanto, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Andriyanto.

Selain itu, pembahasan untuk sanksi bagi kendaraan bermotor yang tetap nekad masuk ke lokasi CFD bakal ditindak tegas. Hal itu ditujukan untuk mengajak masyarakat benar-benar mematuhi aturan selama CFD dilaksanakan. “Tidak ada toleransi bagi kendaraan bermotor yang nekad masuk kawasan CFD selama kegiatan berlangsung. Akan kami kenakan sanksi,” ujar Ipda Nanang Abidin perwakilan Polres Pasuruan Kota.

CFD perdana tahun 2019 bakal dimulai Minggu (17/2) dengan lokasi tetap yakni di Jalan Sultan Agung Kota Pasuruan. Di satu sisi demi memaksimalkan tujuan Hari Bebas Kendaraan maka seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di luar GOR, harus berjualan di dalam GOR. Hal itu, untuk lebih menertibkan penataan PKL di saat pelaksanaan CFD.

“PKL yang biasa berjualan di luar GOR pada Hari Minggu, maka di pelaksanaan CFD semuanya wajib berjualan di dalam GOR tanpa pengecualian. Ini untuk lebih memaksimalkan tujuan dari CFD,” ujar Nurlaily Arifiyah Manajer EO Jawa Pos Radar Bromo. (lel/fun)