KRAKSAAN, Radar Bromo – Menjelang arus mudik dan balik Ramadan 2026, rencana pengoperasian sementara ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi, terbaru kini disebut Prosiwangi) hingga Besuki terus dimatangkan.
Ruas pamungkas Tol Trans Jawa ini diproyeksikan bisa difungsikan sementara untuk mendukung kelancaran lalu lintas masyarakat menuju wilayah tapal kuda.
Namun pembukaan fungsional tersebut masih menunggu kepastian izin dari pemerintah pusat dan sejumlah instansi terkait.
Humas Tol Probowangi Hima Jaya mengatakan, pembahasan tentang rencana pengoperasian sementara masih berlangsung intensif saat ini.
“Fungsional masih didiskusikan menjelang arus mudik dan balik Ramadan. Termasuk sampai kapan masa berlakunya. Itu juga masih dibahas bersama pemerintah pusat,” ujarnya, Kamis (26/2).
Menurutnya, pengoperasian fungsional tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan lintas instansi.
Selain berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pengelola juga mengajukan izin kepada Dinas Perhubungan dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
“Izin dari Dishub dan Korlantas juga harus ada. Jadi untuk waktu pelaksanaannya masih menunggu persetujuan dari sejumlah pihak,” tambahnya.
Apabila seluruh izin telah terbit, ruas yang akan dibuka sementara dimulai dari Gerbang Tol (GT) Kraksaan hingga Besuki.
Jalur tersebut mencakup Seksi 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer; Seksi 2 Kraksaan–Paiton 11,20 kilometer; dan Seksi 3 Paiton–Besuki 25,60 kilometer.
Untuk Seksi 1 dan Seksi 2, direncanakan dapat dilintasi seluruh jenis kendaraan. Sementara Seksi 3 hanya diperuntukkan kendaraan kecil atau pribadi.
“Yang jelas rencananya sampai Seksi 3 barat, yakni Besuki untuk fungsionalnya. Jadi bersabar, tetap pasti akan kami informasikan lebih lanjut,” tegas Hima Jaya.
Saat ini progres konstruksi Seksi 3 Paket 3 hingga Besuki, menurut Hima, telah mencapai lebih dari 90 persen.
Secara fisik, pekerjaan utama hampir rampung dan tinggal tahap penyempurnaan.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), tahap pertama pembangunan Tol Probolinggo–Besuki dilengkapi tiga gerbang tol.
Yakni, GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Besuki, serta tiga simpang susun di masing-masing titik tersebut.
Secara keseluruhan, ruas tol yang dikenal sebagai Probowangi (kini berubah jadi Prosiwangi ini terbagi menjadi tujuh seksi dari Gending hingga Ketapang.
Kehadiran jalan bebas hambatan tersebut diproyeksikan memangkas waktu tempuh Probolinggo–Besuki dari sekitar 1 jam 15 menit menjadi sekitar 30 menit dengan kecepatan rata-rata 80–100 kilometer per jam.
“Pengoperasian fungsional saat arus mudik diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memperkuat konektivitas wilayah timur Jawa Timur. Kami tinggal menunggu kepastian jadwal resmi setelah seluruh proses perizinan tuntas,” pungkasnya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi