KANIGARAN, Radar Bromo-Nahas dialami Subakri, 44. Duda asal Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu tewas tertabrak kereta api (KA) Blambangan Ekspres.
Insiden memilukan itu terjadi Rabu dinihari (25/2). Korban Subakri tertabrak KA di KM 105+0/1 petak jalan PB–LEC Kebonsari Wetan.
Sebelum tertabrak KA, korban Subakri duduk-duduk di atas rel KA. Ia tak beranjak saat KA Blambangan Ekspres melintas.
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 00.45. Korban tertabrak Kereta Api Blambangan Ekspres relasi Jakarta–Banyuwangi.
Tubuh korban pun hancur di atas rel KA tersebut. Polisi yang mendapatkan laporan, mendatangi lokasi kejadian dan evakuasi jenazah korban ke kamar mayat RSUD dr. Mohammad Saleh.
Komandan Peleton (Danton) Wilayah Barat Polsuska Daop 9 Jember, Prasetyo mengatakan, dirinya menerima laoran kecelakaan KA itu sekitar pukul 00.45.
Saat itu Kereta Api Blambangan Ekspres relasi Jakarta–Banyuwangi yang melintas, menanbrak pria yang tengah duduk di atas rel KA.
“Dari laporan, masinis melihat korban duduk di rel kereta api. Sebelum menabrak, masinis sudah membunyikan klakson. Tapi korban tidak juga merespon. Sehingga, korban akhirnya tertabrak dan meninggal di lokasi kejadian,” katanya.
Prasetyo menerangkan, akibat kecelakaan tersebut korban tewas di lokasi dengan tubuh terseret kereta api sejauh kurang lebih 100 meter.
Akibat tabrakan tersebut, KA Blambangan Ekspres sempat berhenti sekitar dua menit untuk mengecek kondisi lokomotif. Usai dipastikan aman, perjalanan pun dilanjutkan.
”Waktu dievakuasi ke kamar mayat rumah sakit, belum diketahui identitas korban,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah membenarkan, sebelum disasak KA, korban memang tengah duduk-duduk di atas rel KA.
”Semalam anggota sudah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan evakuasi korban. Korban meninggal di lokasi kejadian. Untuk penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan,” terangnya. (mas/mie)
Editor : Muhammad Fahmi