KANIGARAN, Radar Bromo -Universal Health Coverage (UHC) di Kota Probolinggo hampir mencapai 100 persen. Persisnya, 99,58 persen dengan jumlah peserta 243.381 jiwa.
Sayangnya, peserta yang aktif hanya 218.949 jiwa atau 89,58 persen. Sementara yang tidak aktif sejumlah 24.432 jiwa peserta.
Atas capaian itu, Pemkot Probolinggo menerima UHC Award 2026 Kategori Madya. ”Alhamdulillah, dengan komitmen memberikan jaminan kesehatan masyarakat, Kota Probolinggo masuk dalam kategori madya,” terang Wali Kota Probolinggo Aminuddin.
Penghargaan ini diserahkan saat Deklarasi dan Pencanangan UHC di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1). Tahun 2026, UHC Awards diberikan kepada 31 provinsi dan 394 kota/kabupaten di Indonesia.
Wali Kota menerangkan, kategori Madya diberikan karena persentase antara pencapaian UHC dan tingkat keaktifan sama. Artinya, kesehatan seluruh masyarakat Kota Probolinggo sudah di-cover.
Selain itu, ada beberapa kriteria penilaian UHC Award Madya. Antara lain, cakupan kepesertaan di lebih dari atau sama dengan 98 persen; tingkat keaktifan lebih dari atau sama dengan 85 persen; atau pendudukan yang didaftarkan pemda lebih dari atau sama dengan 25 persen (tingkat keaktifan minimal 80 persen).
Selain itu, penduduk yang didaftarkan pemda minimal 10 persen. Dan terakhir, status UHC prioritas dan status pembayaran iuran PBPU pemda lunas sampai dengan September 2025.
Di Kota Probolinggo sendiri, ada sebanyak 10 persen peserta UHC yang tidak aktif. Jumlahnya mencapai 24.432 jiwa peserta. Sementara yang aktif, 89,58 persen.
“Harapannya tentu meningkatkan derajat kesehatan yang nanti capaiannya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus kita naikkan,” imbuhnya.
Dengan cakupan secara menyeluruh ini, lanjut Dokter Amin (panggilannya), masyarakat mendapat layanan kesehatan yang biaya pengobatannya ditanggung BPJS Kesehatan melalui PBI (Penerima Bantuan Iuran) JKN dari dana pemerintah.
Saat ini data PBI JKN dipengaruhi DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional). Untuk itu, Pemkot Probolinggo aktif bersama BPS dan BPJS Kesehatan untuk melakukan penyesuaian data sesuai keadaan riil masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi bahwa program pemerintah betul-betul dilaksanakan, bahkan melebihi harapan dari pemerintah itu sendiri. Kami tentunya selalu berkomitmen memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi