PAJARAKAN, Radar Bromo–Ini peringatan bagi warga Probolinggo untuk tak terlalu percaya dengan janji manis orang yang baru dikenal. Terlebih orang yang baru dikenal itu berjanji ujuk-ujuk menawarkan bantuan sosial (bansos) pada korban.
Bisa jadi, itu adalah modus pelaku untuk mencuri motor korban. Sebab, modus itu telah beberapa kali terjadi di Probolinggo.
Awalnya terjadi beberapa kali di Kota Probolinggo. Dengan korban rata-rata lanjut usia (lansia).
Belum terungkap di kota, insiden serupa kini terjadi di Kabupaten Probolinggo. Tukang tambal ban tubles jadi korban.
Ia yang meminjam motor temannya, digondol pelaku. Sang tukang tambal ban pun melaporkan hal itu ke polisi.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, aksi pencurian motor bermodus penipuan dengan diming-imingi bansos ini sudah beberapa kali terjadi di Probolinggo. Berikut sejumlah kasusnya:
Motor Nenek di Sukabumi Digondol
Pada Sabtu 25 Oktober penipuan bermodus iming-iming bansos menimpa Anik Yuliati, 65. Nenek asal Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu kehilangan motor Honda Beat miliknya.
Pencuri yang bermodus ngiming-ngimingi bantuan sosial (bansos) berhasil membawa kabur motor itu.
Aksi itu bermula saat Anik ditawari bantuan sosial berupa uang tunai Rp 150 ribu dan beras 15 kilogram.
Awalnya pelaku dan korban naik motor sendiri-sendiri. Lalu pelaku memarkir motornya dan boncengan dengan korban. Selanjutnya pelaku boncengan dengan korban.
Lalu pelaku minta korban turun. Dengan alasan mau menjemput penerima bansos lainnya. Sejak saat itu, pelaku tak kembali.
Giliran Kakek-Kakek Kena Tipu
Pada 1 November aksi penipuan modus iming-imingi bansos kembali terjadi di Kota Probolinggo. Kali ini korbannya adalah seorang kakek bernama Jumanto, asal Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.
Pelaku awalnya menawarkan kakek Jumanto bansos berupa beras 15 kilogram, gula 3 kilogram, dan uang Rp 250 ribu.
Syaratnya, korban harus membawa KTP. Barangnya bisa diambil di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Mengendarai kotor, Jumanto mengikuti pelaku dari belakang. Sesampai di Pasar Gotong Royong, Kota Probolinggo, pelaku berhenti.
Ia memarkirkan motornya di sana. Setelah itu melanjutkan perjalanan dengan membonceng kepada Jumanto.
Sampainya di Pabean, mereka turun di sebuah rumah kosong. Korban diminta menunggu di sana. Sementara, pelaku pamit untuk memutarbalikkan posisi motor korban.
Namun, ternyata terduga pelaku malah membawa kabur motor korban. Meninggalkannya seorang diri.
Kakek-Kakek Kembali Jadi Korban
Kamis 13 November, giliran seorang kakek asal Kelurahan/ Kecamatan Mayangan jadi korban penipuan modus bansos.
Sang kakek bernama Slamet pun harus kehilangan motornya Honda Grand untuk dibawa kabur kawanan pelaku.
Kepada korban Slamet, pelaku mengaku sedang survei penerima bansos. Setelah itu pelaku izin meminjam motor Grand milik Slamet dengan alasan ingin menemui temannya yang juga sedang survei.
Slamet percaya. Ia menyerahkan kunci motornya. Saat itu, motor tersebut tak pernah kembali.
Tukang Tambal Ban Tubles Jadi Korban
Di awal 2026, pencurian modus iming-imingi bansos kembali terjadi di Probolinggo. Kali ini di kabupaten. Korbannya seorang tukang tambal ban tubles.
Sang tukang tambal ban tubles diiming-imingi bansos. Korban yang membawa motor temannya pun harus kehilangan motor yang dipakai.
Pelaku berhasil meyakinkan korban untuk menyerahkan kuncinya. Dan meminta korban menunggu pelaku yang hendak mengambil bansos.
Namun, sejak saat itu pelaku tak kunjung kembali. Korban pun melaporkan insiden itu ke polisi.
Editor : Muhammad Fahmi