TIRIS, Radar Bromo-Pemkab Probolinggo terus bergerak membenahi infrastruktur setelah banjir bandang terjadi di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga mempercepat
pemasangan bronjong yang pengerjaannya memasuki tahap akhir.
Sejumlah pekerjaan finishing masih dilakukan. Sementara normalisasi sungai dan pembentukan jalur aliran air ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Langkah cepat itu dilakukan menyusul ancaman banjir bandang yang tak hanya menggerus bantaran sungai. Tetapi juga memicu kekhawatiran terhadap keselamatan SDN Andungbiru 1. Aliran sungai yang kian mendekati bangunan sekolah membuat rasa aman ratusan siswa ikut terancam.
Untuk memperkuat tebing sungai, BPBD sebelumnya memang memasang bronjong sepanjang 53 meter dengan tinggi 3 meter. Jarak sungai yang hanya beberapa meter dari ruang kelas membuat pengamanan harus dilakukan secepat mungkin.
Tak ingin risiko semakin membesar, satu unit alat berat jenis ekskavator diterjunkan ke lokasi. Ratusan bronjong disusun rapat untuk menahan gerusan air yang sebelumnya sempat merusak fasilitas sekolah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, penanganan darurat dilakukan setelah banjir bandang pada Kamis (11/12) lalu merusak salah satu bangunan toilet sekolah. “Kerusakan itu menjadi alarm bagi kami. Ada potensi longsor susulan jika tidak segera ditangani. Karena itu kami langsung bergerak cepat,” ujar Oemar.
Di Andungbiru, pemasangan bronjong kini hampir tuntas. Dari total kebutuhan, sebanyak 380 bronjong telah terpasang dan tinggal penyempurnaan di beberapa titik.
“Alhamdulillah untuk Andungbiru secara teknis sudah rampung. Tinggal finishing agar benar-benar aman,” jelasnya.
Penanganan serupa juga dilakukan di wilayah lain. Di Dusun Karang Anom, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, BPBD memasang 308 bronjong untuk menahan abrasi dan gerusan sungai. Sementara di titik lain di kawasan Paiton, tambahan 100 bronjong juga telah terpasang.
“Besok kami lakukan pengecekan menyeluruh di semua lokasi untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana dan aman,” tambah Oemar.
Selain penguatan tebing sungai, BPBD bersama tim juga melakukan normalisasi alur sungai yang berubah akibat banjir bandang. Aliran air ditata ulang agar tidak kembali mengarah ke bangunan sekolah maupun permukiman warga.
“Normalisasi sungai sedang berjalan. Insyaallah sudah selesai. Total pengerjaan diperkirakan tuntas dalam tiga hari,” terangnya.
Dengan percepatan penanganan ini, Pemkab Probolinggo berharap potensi bencana susulan dapat ditekan, sekaligus mengembalikan rasa aman warga. “Keselamatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah, menjadi prioritas utama kami,” pungkas Oemar Sjarief. (mu/fun)
Editor : Fahreza Nuraga