Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Demi Proyek Pelebaran Jalan Tembus GOR A Yani-Jalan Suroyo Probolinggo, 4 Papan Panjat Tebing Dibongkar

Arif Mashudi • Sabtu, 27 Desember 2025 | 02:51 WIB
DIBONGKAR: Pelatih Panjat Tebing Iwan Rosyidi menunjukkan tempat latihan yang tersisa. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)
DIBONGKAR: Pelatih Panjat Tebing Iwan Rosyidi menunjukkan tempat latihan yang tersisa. (Arif Mashudi/ Radar Bromo)

KANIGARAN, Radar Bromo - Basecamp latihan panjat tebing indoor di GOR A. Yani Kota Probolinggo, akhirnya dibongkar juga. Walaupun hanya dibongkar sebagian.

Pembongkaran harus dilakukan demi melebarkan jalan tembus GOR A. Yani–Jalan Suroyo.

Pelatih FPTI Kota Probolinggo Iwan Rosidi mengatakan, pelebaran jalan tembus dilakukan tiga kali. Pertama terjadi di bulan Agustus.

Kemudian, dilebarkan lagi pada bulan Oktober. Terakhir, Kamis (25/12), jalan tembus itu kembali diperlebar untuk ketiga kalinya.

”Awalnya dibongkar untuk pelebaran lahan parkir 4 meter. Kemudian diperlebar lagi menjadi 8 meter. Dan tanggal 25 Desember diperlebar lagi,” katanya.

Pelebaran ketiga itu dilakukan ke arah utara. Pelebaran ketiga itulah yang kemudian berdampak pada bangunan basecamp untuk latihan indoor. Empat papan panjat tebing (wall climbing) indoor di tempat itu harus dibongkar agar pelebaran jalan bisa dilakukan.

Iwan saat dikonfirmasi belum bisa memastikan apakah empat wall climbing itu akan dipindah atau dibiarkan saja setelah dibongkar. Andai dipindah, juga belum jelas akan dipindah ke mana.

“Ada empat papan panjat tebing yang dibongkar. Yaitu papan bolder dengan kemiringan 10 derajat, 30 derajat, 50 derajat, dan nol atau datar,” terangnya.

Meski demikian, wall climbing outdoor masih lengkap. Masih bisa dipakai latihan seperti biasa.

Namun, atlet tidak bisa lagi latihan straight (lurus). Yaitu, latihan yang fokus pada memanjat vertikal dengan lengan hampir lurus untuk melatih kekuatan inti, kaki, dan daya tahan. Sebab, bolder dengan kemiringan 50 derajat harus dibongkar.

Di sisi lain, FPTI Kota Probolinggo juga tidak punya wall project, wall bolder project, bolder kemiringin 35 derajat dan 25 derajat. Dengan demikian, makin banyak jenis papan yang tidak bisa dilatih oleh atlet. 

“Padahal melatih atlet harusnya di semua medan. Kami harusnya juga punya medan atau papan dengan semua jenis kemiringan,” terangnya.

Kepala Dispopar Kota Probolinggo Muhammad Abas membenarkan kondisi itu. Menurutnya, empat wall climbing itu digeser atau dipindah demi pelebaran jalan GOR A. Yani–Jalan Suroyo.

“Nantinya, ruang panjat tebing akan diperbaiki sebagaimana mestinya. Akan disesuaikan,” terangnya.

Abas menegaskan, sebenarnya sudah ada koordinasi sejak awal untuk pelebaran jalan. Namun, pekerjaan sempat terhenti karena ada pekerjaan lain dan baru bisa dilanjutkan pada 25 Desember.

Mungkin karena hujan dan pekerjaan belum selesai, ada rembesan air yang masuk. Sekarang dilanjutkan pekerjaannya,” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#jalan tembus #panjat tebing #gor a yani probolinggo #pelebaran jalan #jalan suroyo