BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo memiliki peran penting dalam meciptakan stabilitas wilayah. Bakesbangpol bekerja di balik layar untuk memastikan terciptanya kondisi sosial dan politik yang damai, stabil, dan harmonis.
Itulah syarat penting bagi keberhasilan investasi dan pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya Kota Probolinggo. Salah satu kegiatan yang menjadi program kerjanya, melaksanaan koordinasi di bidang ketahanan ekonomi, sosial, budaya, dan fasilitasi pencegahan penyalahgunaan narkotika, fasilitasi kerukunan umat beragama, dan penghayat kepercayaan di daerah.
Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Muhammad Sonhadji mengatakan, upaya menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan di Kota Probolinggo tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Seperti disampaikan Sonhadji, salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Bakesbangpol melaksanakan dan memfasilitasi Kegiatan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya di tingkat Kota Probolinggo. Juga membentuk karakter bangsa dan memperkuat wawasan kebangsaan masyarakat agar sesuai Pancasila dan UUD 1945. Termasuk mempromosikan semangat bela negara.
Bakesbangpol juga ambil bagian dalam penguatan ekonomi umat. Rutin menggelar sosialisasi ketahanan ekonomi, sosial, budaya dan agama, serta P4GN PN di lingkungan sekolah. Baik di tingkat SMP maupun SMA. Kemudian, rutin menginisiasi sosialisasi peran perempuan dalam mengatasi permasalahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
Di sisi lain, Bakesbangpol juga melakukan fasilitasi kerukunan umat beragama hingga pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan. Tujuannya, untuk memastikan kegiatan mereka sesuai nilai-nilai Pancasila dan hukum, serta mencegah polarisasi dan konflik sosial.
Peran Bakesbangpol sebagai unsur dalam Pemkot Probolinggo, secara aktif menyelesaikan isu-isu, menggelar fasilitasi, dan rapat koordinasi tim terpadu untuk identifikasi dini penanganan konflik sosial. Serta, semakin memperkuat keamanan dan ketertiban wilayah Kota Probolinggo.
Keamanan dan ketertiban yang mencerminkan sebuah keharmonisan ini, mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri RI. Pemkot Probolinggo memperoleh penghargaan Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2025.
Penghargaan IHaI untuk Kota Probolinggo dengan skor 6,96 masuk kategori baik, diserahkan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri RI Dr. Bahtiar Baharudin, M.Si. kepada Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo, Senin (17/11).
“Penghargaan IHaI merupakan alat evaluasi yang menggambarkan sejauh mana keseimbangan, kerukunan, dan keberlanjutan sosial tercapai di masyarakat, dengan mempertimbangkan keunikan karakteristik lokal serta tantangan yang dihadapi oleh setiap daerah,” jelasnya.
Secara lebih spesifik, Sonhadji menyebutkan, IHaI dilaksanakan untuk mengukur dinamika sosial berdasarkan tiga komponen utama. Yakni, persepsi, partisipasi, dan akseptabilitas masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, layanan publik, serta interaksi antar kelompok sosial.
“Jadi, untuk penghargaan Indeks Harmoni Indonesia ini, tidak semua kota/kabupaten bisa meraihnya. Hanya daerah yang memenuhi target 1.250 responden saja, sementara Kota Probolinggo mencapai 1.626 responden,” ungkap Sonhadji. (el/adv)
Editor : Fahreza Nuraga