KANIGARAN, Radar Bromo - Tak hanya Gedung Inspektorat, proyek rehab Rumah Dinas Wakil Wali Kota (Wawali) Probolinggo juga berpotensi molor.
Deadline pengerjaan atau P1 kurang sepekan. Proyek ini harus rampung pada 3 Desember 2025. Namun, progres pengerjaannya masih minus 26 persen.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Probolinggo Heri Poniman mengatakan, pengerjaan rehab rumdin wawali harus dikebut dengan cara dilembur dan menambah pekerja.
Agar dapat selesai tepat waktu. Mengingat, progres pekerjaannya masih belum sampai 70 persen.
“Kalau pekerjaannya tetap tidak dipercepat, dilembur dan ditambah pekerjanya, ya pasti tidak selesai tepat waktu. Akhirnya, butuh perpanjangan waktu pekerjaan,” ujarnya, Selasa (25/11).
Menurutnya, penyedia tidak cukup sekadar menambah pekerja, tapi tidak ahli dalam bidangnya.
Seharusnya, pelaksana segera mencari tambahan pekerjan yang ahli dalam sisa pekerjaannya, sehingga pengerjaan bisa dipercepat.
“Kalau pekerjaan sisa bagian atap, harus tambah pekerja yang ahli dalam pekerjaan atap. Jangan sekadar nambah pekerja, tapi tidak ahli di bidangnya,” jelasnya.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Rahman Kurniadi mengatakan, progres pekerjaan rehab rumdin wawali terus meningkat.
Begitu juga minus pekerjaan juga semakin berkurang. Bulan lalu progres minus sampai 37 persen, kini menjadi 26 persen.
“Kami juga sudah minta pada penyedia (jasa) pengerjaannya dikebut dengan cara dilembur. Sebab, waktu pekerjaan P1 tanggal 3 Desember besok. Semoga bisa dikebut dan bisa selesai tidak jauh dari target,” harapnya. (mas/rud)
Baca Juga: Pemkot Probolinggo Siapkan Rp 2 Miliar untuk Rehab Pujasera Alun-Alun, Begini Kririk Dewan
Editor : Moch Vikry Romadhoni