Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sedimentasi Capai 4 Meter, Sungai Pesisir-Pandandalaras Probolinggo Dinormalisasi

Inneke Agustin • Selasa, 9 September 2025 | 09:00 WIB
DIKERUK: Pekerja menggunakan ekskavator melakukan normalisasi di Sungai Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
DIKERUK: Pekerja menggunakan ekskavator melakukan normalisasi di Sungai Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

SUMBERASIH, Radar Bromo- Sedimentasi dua sungai di Kabupaten Probolinggo, begitu tebal. Mencapai antara satu sampai empat meter. Kondisi ini dikhawatirkan menyebabkan banjir ketika musim hujan.

Karena itu, Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Timur melakukan normalisasi. Dua sungai itu adalah Sungai Pesisir di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih dan Sungai Pandanlaras di Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan.

Koordinator Wilayah Probolinggo UPT PSDA WS Welang Pekalen Muhammad Fachru Syahroni mengatakan, normalisasi dilakukan dengan cara pengerukan sedimen. Mengembalikan fungsi aliran sungai agar tidak mudah meluap saat musim hujan.

“Tahun lalu kedua sungai ini sempat mengalami banjir. Di Pesisir, banjir bahkan merendam sawah warga, sehingga tanaman mereka rusak. Permintaan normalisasi juga datang langsung dari perangkat desa setempat,” ujarnya.

Di Sungai Pesisir, pengerukan sudah berjalan selama dua bulan menggunakan satu unit ekskavator. Pengerjaan dilakukan sepanjang 2 kilometer. Mulai dari area dam hingga mendekati bibir pantai. Ketebalan sedimen yang dikeruk rata-rata 1–2 meter dengan lebar sungai 10–15 meter.

“Progresnya kini sudah sekitar 80 persen. Target kami akhir bulan ini selesai. Kami juga membersihkan rumpun bambu tumbang di sekitar lokasi. Sebab, kalau dibiarkan, bisa roboh ke sungai dan menghambat pengerukan,” jelas Roni.

Kondisi lebih berat dijumpai di Sungai Pandanlaras. Sedimen di sungai ini jauh lebih tebal. Mencapai 3–4 meter dengan lebar sungai sekitar 30–40 meter. Normalisasi dilakukan sepanjang 1,2 kilometer aliran sungai dengan bantuan dua ekskavator.

“Pengerjaan di Pandanlaras, saat ini baru 30 persen karena baru dimulai sebulan lalu. Dengan kondisi medan yang lebih berat, diperkirakan butuh waktu sekitar dua bulan lagi untuk rampung,” katanya.

Hasil pengerukan dari kedua sungai tidak dibuang. Ditempatkan di bibir sungai untuk memperkuat tanggul alami. Dengan langkah ini, aliran sungai diharapkan lebih lancar dan risiko banjir yang merugikan warga dapat ditekan. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#sungai #banjir #sedimentasi #pesisir #probolinggo