PROBOLINGGO, Radar Bromo-Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo sudah menyiapkan grand design pembangunan pusat kebudayaan, kesenian, dan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Probolinggo.
Bahkan, tahun depan sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 2,8 miliar untuk pengembangan kesenian, kebudayaan dan Pariwisata di Kota Probolinggo. Belum lagi pemkot mengajukan tambahan ke pemerintah pusat sebesar Rp 3 miliar.
Wali kota, dr. Aminuddin mengatakan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran Rp 2,8 miliar untuk pengembangan kesenian dan kebudayaan di Kota Prbolinggo.
Sebab, seni dan budaya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan, seperti mata uang dan tidak akan lepas dari pariwisata.
”Saya memiliki konsep besar terhadap kemajuan kesenian dan kebudayaan yang ada di Kota Probolinggo, termasuk pariwisatanya. Sehingga pada tahun 2026 menganggarkan sekitar Rp 2,6 miliar agar seni dan kebudayaan di Kota Probolinggo lebih maju lagi,” terangnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga tengah berupaya untuk mengajukan anggaran hibah ke pusat atau kementerian kebudayaaan dan pariwisata.
Dengan harapan, anggaran tersebut dapat mengembangkan kesenian, kebudayaan dan pariwisata di Kota Proboilnggo.
”Kalau usulan anggaran Rp 3 miliar itu disetujui, maka total anggaran untuk kesenian, kebudayan dan pariwisata di Kota Prbolinggo hampir Rp 6 miliar,” ujarnya.
Tidak hanya soal anggaran, wali kota juga menyampaikan soal pengelolaan kesenian, kebudayaan dan pariwisata nantinya akan dijadikan satu bidang.
Sebab kebudayaan yang kini melekat di Dinas Pendidikan, akan dipisah dan digabungkan dengan pariwisata.
“Budaya adalah visi misi kami. Konsepnya inklusif, terbuka, bisa diakses semua orang, dan affordable. Saya ingin seni dan budaya Probolinggo naik kelas serta menjadi daya tarik wisata baru. Jangan segan komunikasi ke saya, budaya dan seni harus dirasakan semua pihak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Siti Romlah mengatakan, selama ini pemerintah memberi ruang bagi pegiat seni melalui berbagai agenda. Seperti Harmoni Museum, Pro Night Culture Festival, hingga Festival Pesisir.
“Gedung kesenian memang aktif digunakan, bahkan banyak sekolah dan komunitas yang rutin memanfaatkan untuk latihan maupun pertunjukan. Karena itu layak untuk diberikan wadah yang lebih baik sesuai konsep besar bapak Walikota,” ungkapnya. (mas/fun)
Editor : Abdul Wahid