SEJUMLAH 426 mahasiswa Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo resmi dilepas untuk melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2024-2025, Selasa (29/7). KKN tahun ini mengusung tema; “Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Pendidikan, Kesehatan, dan Perekonomian untuk Mewujudkan Kesejahteraan yang Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas.”
Ratusan mahasiswa itu ditempatkan di 16 lokasi yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo. Rinciannya, 14 desa di lima kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Meliputi, Kecamatan Dringu, Gending, Maron, Tegalsiwalan, dan Sumberasih. Serta, dua lokasi lainnya di Kelurahan Jrebeng Lor dan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.
Ketua Panitia KKN UPM Probolinggo Dr. Joni Hendra, S.E., M.M. menjelaskan, setiap kelompok KKN terdiri atas 26 hingga 27 mahasiswa. Setiap kelompok akan didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). KKN mahasiswa UPM Probolinggo akan berlangsung selama satu bulan. Mulai 29 Juli hingga 30 Agustus 2025.
“Sesuai tema, fokus utama kegiatan KKN mencakup ketahanan pangan, pemberdayaan UKM, dan penanganan stunting. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkab Probolinggo. Semoga kegiatan KKN ini berjalan aman dan lancar serta memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan, bahwa KKN bukan sekadar rutinitas akademik. Melainkan wadah aktualisasi diri dan laboratorium kehidupan. Ia mengajak mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat, khususnya soal pentingnya pendidikan.
“Kalian adalah agen perubahan yang bisa mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pendidikan. KKN ini bukan hanya program kampus, tapi juga misi sosial,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi UPM dalam mendukung kemajuan pendidikan daerah. Kepada para mahasiswa, ia berpesan agar menjaga nama baik kampus dan meninggalkan kesan positif di tengah masyarakat. “Berikan sesuatu yang tulus dan bermakna. Jadilah pribadi yang dikenang bukan hanya karena ilmu, tapi juga karena ketulusan hati,” tuturnya.
Pelepasan mahasiswa ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati Haris. Dilanjutkan dengan penyematan jaket kepada dua perwakilan mahasiswa. Serta, penyerahan BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta KKN. Pelepasan dilaksanakan melalui apel pagi sekitar pukul 08.00, di halaman kampus setempat. (uno/adv)
Editor : Ronald Fernando