PEMERINTAH Desa Sentulan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha melakukan pembangunan secara berkelanjutan. Sasaran utamanya ketahanan pangan dan infrastruktur desa.
Program Ketahanan Pangan akan memberikan dampak maksimal jika dilakukan dengan pertimbangan matang.
Tak heran, sebelum merealisasikannya, perencanaan dan persiapan dilakukan secara rinci. Salah satunya melihat potensi alam dan sumber daya manusia (SDM) sebagai dasar untuk mewujudkannya.
Kepala Desa Sentulan Fathur Rohman mengatakan, ketahanan pangan berbasis potensi desa akan lebih maksimal. Karena itu, pihaknya merealisasikan program ketahanan pangan berupa penggemukan sapi.
Program ini dipilih dengan dua pertimbangan. Yakni, ketersediaan pakan dan SDM warga yang sudah terbiasa memelihara sapi, sehingga diharapkan mampu mengelola penggemukan sapi dengan baik.
“Ada beberapa pertimbangan, sehingga kami memilih program penggemukan sapi,” katanya.
Dengan anggaran Rp 180 juta, pemerintah desa memulai dengan pembangunan kandang dan pengadaan sapi. Duit ini juga digunakan untuk biaya operasional.
Sapi yang akan digemukkan berusia di atas 1 tahun. Targetnya dalam jangka waktu paling cepat 6 bulan, sapi sudah bisa dijual. Sehingga, perputaran modal bisa lebih cepat.
“Realisasinya kami lakukan bertahap sesuai tahapan pencairan. Targetnya, sebelum akhir tahun sudah mulai dijalankan,” harapnya.
Melalui program ini, pemerintah desa juga berharap hasilnya bisa memompa pendapatan asli desa (PADes).
“Mudah-mudahan bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Khususnya bisa memberikan PADes,” ujarnya.
Perlahan Bangun Pusat Keramaian di Desa
Pemerintah Desa Sentulan secara bertahap juga berupaya mewujudkan pusat keramaian di desa.
Sebab, di desa masih belum ada tempat khusus untuk berkegiatan. Baik kegiatan untuk perlombaan, pameran kesenian dan UMKM, maupun kegiatan lainnya yang mengumpulkan banyak orang.
Kepala Desa Sentulan Fathur Rohman mengaku, mendapatkan masukan dari warganya untuk memanfaatkan lahan di RT 3/RW 1, Dusun Mangga, dialihfungsikan menjadi lapangan desa.
Setelah menggelar musyawarah desa dan pertimbangan matang, akhirnya pembuatan lapangan desa direalisasikan.
“Desa masih belum memiliki lapangan. Fungsinya untuk pusat kegiatan. Saat ini mulai kami realisasikan,” katanya.
Pemerintah desa bersama sekitar 500 warga telah membersihkan lahan bakal lapangan bola ini Jumat (25/7).
Karena memiliki tujuan yang sama, warga begitu antusias melakukan kerja bakti bersih-bersih lahan ini. Bahkan, tanpa komando mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan.
“Saat ini masih tahap pembersihan awal. Rencananya masih akan dilakukan bersih-bersih tahap kedua. Nantinya kalau sudah siap akan kami lakukan kegiatan Agustusan,” terangnya.
Di sektor infrastruktur, Fathur Rohman mengatakan, tahun ini ada dua rencana pembangunan fisik.
Salah satunya mengaspal jalan di Dusun Nangger. Jalan penghubung antardesa ini, kini kondisinya bergelombang.
Kegiatan fisik lainnya adalah membangun drainase di Dusun Mangga, yang sejauh ini sempit dan bahkan ada yang tersumbat. Akibatnya, ketika musim hujan sering terjadi genangan air. Jika intensitas hujan tinggi, air sampai masuk ke rumah warga.
“Realisasi pembangunan fisik akan kami laksanakan saat sudah masuk musim kemarau atau pencairan tahap kedua. Dengan kondisi cuaca yang panas dan terik, bangunan lebih cepat kering,” ujarnya. (ar/rud/*)
RENCANA PEMBANGUNAN TAHUN 2025
- Mengaspal jalan di Dusun Nangger
- Membangun drainase di Dusun Mangga
- Ketahanan pangan penggemukan sapi.