PROBOLINGGO - Setelah sukses meraih prestasi pada ajang 13th Regional Congress SSYS (Search for SEAMEO Young Scientists) tahun lalu. SMK Negeri 1 Probolinggo kembali berprestasi di pentas global.
Kali ini, meraih dua penghargaan 3rd SEAMEO Science Olympiad (SEASO) yang digelar di RECSAM, Penang, Malaysia. Yakni, Best Completer Award dan Best Cross-Cultural Synergy Award
“SMKN 1 Probolinggo tergabung dalam kontingen gabungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ada tujuh siswa yang mengikuti kompetisi bergengsi tersebut,” jelas Kepala SMK Negeri 1 Probolinggo Dwi Anggraeni kepada Radar Bromo, kemarin.
Olimpiade Sains SEAMEO yang digelar pada 20-23 Mei ini, terbagi menjadi dua kategori.
Yakni, Secondary (setingkat SMA) dan Vocational (setingkat SMK). Kompetisi ini diikuti oleh siswa dari berbagai negara anggota ASEAN, seperti Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Thailand.
“Ajang ini terbuka untuk semua jenis sekolah. Baik negeri, swasta, internasional, maupun sekolah rumah (homeschooling),” tambah Eni, panggilan akrabnya.
Dalam kompetisi ini, lanjut Eni, kemampuan peserta dalam bidang Sains dan Matematika diuji secara intensif.
Selain itu, mereka juga mengikuti The Reverse Engineering STEM Challenge. Yakni, sebuah tantangan STEM yang menekankan kemampuan analisis dan rancang bangun.
“Kompetisi ditutup dengan The Startup Pioneer Pitching Challenge. Yakni sesi presentasi ide kewirausahaan yang mengasah kreativitas dan kemampuan berpikir inovatif,” ujarnya.
Seluruh tahapan lomba menggunakan Bahasa Inggris, baik soal tulis maupun presentasi. “Karena itu, penguasaan Bahasa Inggris menjadi kompetensi mutlak yang harus dimiliki peserta,” tambahnya.
Prestasi ini menunjukkan siswa SMKN 1 Probolinggo mampu bersaing di level internasional. Tidak hanya dalam bidang kejuruan, tapi juga dalam kompetensi global seperti sains, teknologi, dan kewirausahaan.
“Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan potensi siswa melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini," ujarnya. (*)
Editor : Muhammad Fahmi