Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk Berhasil Membuat Jalan Permukiman Penduduk Lebih Aman

Achmad Arianto • Jumat, 16 Mei 2025 | 01:39 WIB
LEBIH NYAMAN: Seorang anak pulang sekolah melintasi jalan paving di RT 10/RW 3, Dusun Terong, yang baru selesai dibangun.
LEBIH NYAMAN: Seorang anak pulang sekolah melintasi jalan paving di RT 10/RW 3, Dusun Terong, yang baru selesai dibangun.

PEMERINTAH Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, berupaya mewujudkan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat juga turut dilaksanakan.

Wilayah Desa Alassumur Lor cukup luas. Kondisi ini tentu berdampak terhadap infrastruktur dan ketersediaan pelengkap kebutuhan sehari-hari yang cukup terbatas. Luasnya wilayah desa mengharuskan kondisi jalan bagus dan nyaman, sehingga aman untuk dilintasi oleh warga desa.

Pemerintah desa telah memetakan ruas jalan yang kondisinya masih belum layak. Ternyata masih ada yang belum tersentuh pembangunan desa dan bahkan masih tanah. Ketika hujan dan dilintasi kendaraan, licin.

KOMPAK: Kepala Desa Alassumur Lor Mulyono (duduk berkopiah) berfoto bersama perangkat desa.
KOMPAK: Kepala Desa Alassumur Lor Mulyono (duduk berkopiah) berfoto bersama perangkat desa.

“Warga desa mengusulkan pembangunan jalan agar lebih nyaman untuk dilintasi. Baik jalan yang menuju permukiman maupun jalan menuju pertanian,” ujar Sekretaris Desa Alassumur Lor Ahmat Zain.

Namun, anggaran yang dimiliki pemerintah desa terbatas. Karenanya, tahun ini hanya mempaving jalan sepanjang 190 meter di RT 10/RW 3, Dusun Terong. Ruas ini akses menuju permukiman 96 kepala keluarga. Jalan ini menjadi target pembangunan karena sama sekali belum tersentuh pembangunan.

Selain membangun jalan, program lainnya yang juga akan direalisasikan, normalisasi saluran air sepanjang 300 meter di RT 1/RW 1, Dusun Krajan. Saluran ini telah mengalami pengendapan, sehingga volume air yang masuk tidak lagi maksimal. Proyek ini akan digarap secara Padat Karya Tunai (PKT). Program ini dilakukan dengan merangkul warga sekitar untuk dipekerjakan agar mendapatkan upah.

Rencana lainnya yang juga akan dilakukan membangun pelat deker sepanjang 3 meter di RT 1/RW 1, Dusun Krajan. “Rencana yang sudah dibuat akan direalisasikan secara bertahap. Baru satu proyek pavingisasi jalan yang sudah terealisasi. Sisanya masih menunggu anggaran tahap berikutnya,” bebernya.

Photo
Photo

Dukung Kegiatan Majelis Salawat Pemuda Desa

Remaja dan pemuda desa juga menjadi perhatian Pemerintah Desa Alassumur Lor. Mereka diajak untuk mempunyai kegiatan positif. Salah satunya melalui kegiatan majelis salawat.

Pemerintah desa pun melakukan pengadaan alat hadrah. Pengadaan peralatan dilakukan setelah pemerintah desa mendapatkan saran dari tokoh masyarakat. Terlebih, banyak remaja dan pemuda desa yang memiliki hobi salawatan. Namun, belum memiliki peralatan yang dibutuhkan.

“Kami tidak ingin generasi muda terjerumus pada perilaku negatif. Sebab, tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga akan berdampak pada masa depan mereka. Karena itu, kami berikan alat hadrah untuk kegiatan salawatan,” ujar Sekretaris Desa Alassumur Lor Ahmat Zain.

KEGIATAN POSITIF: Kepala Desa Alassumur Lor Mulyono (berdiri empat dari kiri) berfoto bersama anggota majelis salawat yang baru dibentuk.
KEGIATAN POSITIF: Kepala Desa Alassumur Lor Mulyono (berdiri empat dari kiri) berfoto bersama anggota majelis salawat yang baru dibentuk.

Kegiatan salawatan dilakukan bergiliran di rumah anggota majelis salawat setiap Selasa malam. Majelis salawat yang baru dibentuk Februari lalu, telah memiliki 15 anggota. Jumlahnya terus bertambah seiring dengan intensnya kegiatan.

Ahmat menjelaskan, majelis salawat ini juga menjadi wadah dalam mengasah skill pemuda. Baik olah vokal maupun kemahiran memainkan alat hadrah. Perpaduan vokal yang bagus dan alunan musik yang selaras membuat salawat menjadi nyaman didengar. Tanpa terasa, menjadi magnet untuk turut hadir dalam majelis dan ikut bersalawat.

“Majelis baru terbentuk. Masih perlu berlatih lebih banyak agar lebih mahir,” tuturnya.

Pemerintah desa mendukung penuh kegiatan majelis ini. Tidak menutup kemungkinan pemerintah desa akan kembali mengalokasikan anggaran agar lebih berkembang.

“Majelis salawat ini memiliki dampak positif. Terbukti saat latihan banyak yang datang. Karena itulah kami dukung penuh agar remaja dan pemuda lebih gemar bersalawat,” ujarnya. (ar/rud/*)

Editor : Ronald Fernando
#transparansi desa #kecamatan besuk #desa alassumur lor