PEMKOT Probolinggo kembali membuat gebrakan. Museum Probolinggo bakal dijadikan jujukan utama masyarakat untuk menikmati sajian seni dan budaya Kota Probolinggo.
Untuk mengawalinya, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkot Probolinggo menggelar Harmoni Museum, Sabtu (10/5) malam.
Teras Museum Probolinggo yang menjadi venue malam itu, langsung dibanjiri warga.
Seperti namanya, Harmoni Museum, malam itu berbagai seni Kota Probolinggo begitu harmonis disajikan. Seperti, seni Jaran Bodhag, seni tari Probolinggoan, seni tari Etnis Tionghoa, seni musik Probolinggoan, hingga seni Musik Dug-Dug.
Beragam koleksi dalam galeri Museum Probolinggo juga dipamerkan.
Tak terkecuali sepeda uap pertama di Kota Probolinggo, juga menjadi salah satu koleksi paling berharga.
Sementara itu, di pelataran depan museum telah berjajar 15 UMKM menyajikan produk rempah yang mewarnai kekayaan kuliner asli Kota Probolinggo.
Malam itu terasa istimewa. Para pejabat penting di Kota Probolinggo, ikut ambil bagian menjadi sejarah bangkitnya eksistensi Museum Probolinggo.
Seremonial dimulainya Harmoni Museum ditandai dengan penabuhan gong oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes. didampingi Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, M.Kes.
Hadir juga Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M.; Dandim 0820 Probolinggo beserta istri; dan Kapolres Probolinggo Kota beserta istri. Serta, Sekda Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, M.QIH., hingga para asisten, staf ahli, dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Probolinggo.
“Terus terang saya cukup kaget. Saya tidak menyangka begitu antusiasmenya warga Kota Probolinggo dalam Harmoni Museum 2025. Gedung ini dibangun pada zaman Belanda pada 1814,” ujar Wali Kota dr Amin mengawali sambutannya.
“Dulu namanya juga ada Harmoninya, sebagai tempat pertemuan pejabat Belanda berkumpul sambil menikmati seni. Ini dilakukan setiap Sabtu malam. Persis seperti yang kita lakukan sekarang ini,” imbuhnya.
Menurutnya, selama ini budaya di Kota Probolinggo ini seperti jalan di tempat.
“Kini saatnya kita bersama semarakkan lagi melalui Harmoni Museum ini. Kegiatan ini bersinergi dengan program kami untuk melahirkan destinasi-destinasi wisata baru sekaligus 100 event. Kami juga berkomitmen dana untuk pengembangan budaya di Kota Probolinggo mulai tahun ini ditingkatkan,” ujar Wali Kota disambut aplaus pelaku seni, pegiat seni, dan hadirin.
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo Dr. Siti Romlah, M.Pd. mengatakan, ke depan setiap dua minggu sekali akan disajikan penampilan budaya dengan konsep yang sederana, tapi nyaman untuk dinikmati. Yakni, dengan melibatkan semua pihak dan partisipasi pegiat seni.
“Yang jelas, dengan Harmoni Museum, kelompok seni dan pecinta seni terwadahkan. Mereka senang karena sudah latihan sekian lama, kini bisa tampil di tengah masyarakat. Apalagi kalau wadahnya digelar secara rutin. Mereka begitu antusias berbondong-bondong berpartisipasi. Kami berharap banyak UMKM yang ikut hidup melalui gelaran Harmoni Museum ini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Harmoni Museum malam itu sekaligus menjadi momen di-launching-nya Aplikasi Satuan Tugas Kota Probolinggo Cegah dan Tangani Perundungan dan Kekerasan pada Satuan Pendidikan (GasPRO Cetar Perkasa).
Sebuah sistem informasi berbasis website yang digagas Disdikbud Kota Probolinggo dengan menyediakan layanan edukasi pengaduan dan penanganan berbagai tindak perundungan serta kekerasan di satuan pendidikan di Kota Probolinggo. (el/adv)
Editor : Muhammad Fahmi