Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Innalillahi, Tukang Becak Ditemukan Meninggal di Serambi Masjid At Taqwa Kanigaran Probolinggo

Inneke Agustin • Senin, 3 Maret 2025 | 18:43 WIB
Jenazah Nur Hasan Wijaya, saat ditemukan tergeletak di serambi masjid At Taqwa. Kanigaran.
Jenazah Nur Hasan Wijaya, saat ditemukan tergeletak di serambi masjid At Taqwa. Kanigaran.

KANIGARAN, Radar Bromo-Pamit keluar rumah untuk kerja, pejuang cuan ini meninggal di serambi masjid At-Taqwa, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Insiden tersebut terjadi Sabtu siang (1/3). Pejuang cuan itu diketahui bernama Nur Hasan Wijaya, 58 asal Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok.

Sehari-harinya, Nur Hasan Wijaya menarik becak untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Nah, meninggalnya Nur Hasan itu kali pertama diketahui oleh Ardian Johansyah, 48, marbot masjid yang sehari-hari bertugas merawat dan menjaga kebersihan tempat ibadah tersebut.

Menurut Ardian, awalnya Hasan datang ke masjid dan pergi ke kamar mandi pria yang terletak di sisi selatan masjid.

Setelah keluar dari kamar mandi, ia terlihat duduk bersandar di teras masjid dengan napas yang tampak tersengal.

"Setelah keluar kamar mandi, ia duduk di teras sambil bersandar. Napasnya tampak seperti sesak. Ini terekam dari CCTV masjid," ujar pria yang berdomisili di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Sekitar pukul 08.30, Hasan merebahkan diri dengan posisi menghadap ke barat dan kepala di sebelah selatan.

Hingga menjelang waktu salat Dhuhur pukul 11.30, ia tak juga beranjak. “Padahal biasanya tak pernah lama. Paling ke masjid cuma ke kamar mandi. Sementara sehari-hari bekerja sebagai tukang becak di simpang empat Kecapan,” ujar Johan.

Karena curiga, Johan mencoba membangunkannya. Namun, saat menyentuh tangannya, ia merasakan bahwa tubuh Hasan sudah kaku.

Salah satu jemaah yang berada di lokasi kemudian memeriksa nadinya dan memastikan bahwa pria tersebut telah meninggal dunia.

Setelah memastikan kematian Hasan, pihak masjid segera melaporkan kejadian ini kepada kepolisian.

Sementara itu, seorang kerabat korban, Sugianto, 59 bergegas menghubungi istri Hasan yang tinggal di Jalan Cokro, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

"Saat saya jemput, istrinya sempat tidak percaya. Tapi setelah diyakinkan, akhirnya mau ikut ke lokasi," ujar warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo ini.

Sesampainya di masjid, istri Hasan, Sumik, 56, tak kuasa menahan tangis melihat suaminya sudah terbujur kaku. Ia mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kepergian sang suami.

"Seperti biasa, dia pamit pergi kerja. Makanya saya kaget saat dikabari kalau suami saya meninggal. Lha wong tidak sakit apa-apa, sehat-sehat saja. Cuma batuk karena sering merokok," ungkapnya dengan suara bergetar.

Jenazah Hasan kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo untuk diperiksa lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. "Kemungkinan besar korban meninggal karena penyakit yang dideritanya," jelas Nur Wasis, Koordinator Kamar Jenazah RSUD dr. Mohammad Saleh. (gus/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#Serambi #tukang becak #Kanigaran #meninggal #masjid #At taqwa #probolinggo