DRINGU, Radar Bromo- Stok bawang merah di Pasar Bawang Dringu, Kabupaten Probolinggo, sedang minim. Namun, rendaknya stok ini, tak diikuti dengan naiknya harga bawang. Harga semakin rendah.
Senin (10/2), harga bawang merah super hanya berkisar Rp 26 ribu per kilogram. Turun dibandingkan bulan lalu yang mencapai Rp 36 ribu per kilogram. (selengkapnya lihar grafis).
Koordinator Pasar Bawang Dringu Sugiyono mengatakan, merosotnya harga bawang dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya, karena kualitasnya semakin menurun akibat hama saat musim hujan dan cuaca buruk.
“Biasanya karena kualitasnya tidak bagus, sekarang kan musim hujan,” ujarnya, Senin (11/2).
Bulan sebelumnya, harga bawang merah ukuran tanggung besar berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 32 ribu per kilogram. Kini, harganya berkisar Rp 19 ribu sampai Rp 21 ribu per kilogram.
“Sekarang uang Rp 10 ribu sudah dapat bawang merah yang kecil itu. Memang sudah mulai murah,” katanya.
Biasanya, kata Sugiyono, harga bawang merah akan kembali naik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Meski kenaikannya kadang tidak signifikan.
“Tapi, sebentar aja, setelah itu turun lagi,” ujarnya.
Dalam dunia bawang merah kali ini, seakan tak berlaku hukum pasar. Harga bawang merah turun ketika stok di pasaran malah minim.
Pejabat Fungsional Penjamin Mutu Produk Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Ridwan mengatakan, stok bawang merah juga menurun akibat gagal panen. Senin (10/2), stoknya di Pasar Bawang Dringu hanya 50 ton. Kata Ridwan, angka 50 ton itu tergolong rendah untuk stok bawang di pasar.
“Kualitasnya juga rendah akhir-akhir ini,” katanya.
Bahkan, dua hari sebelumnya, Sabtu (8/2), stok bawang merah hanya 35 ton. Kala itu, harga bawang super hanya Rp 24 ribu per kilogram.
“Ini sudah ada kenaikan sekitar dua ribu rupiah. Sabtu itu harganya malah lebih turun,” ujarnya. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando