MAYANGAN, Radar Bromo- Aksi kejahatan belakangan makin sering terjadi di Probolinggo. Terbaru, seorang remaja berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA, jadi sasarannya.
Korban diketahui bernama Maulana Abila Akbar, remaja asal Kelurahan/Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo. Senin (20/1) malam lalu, dia nyaris kehilangan motor maticnya karena dibegal.
Untungnya, dia berhasil mempertahankan motornya meski harus mengalami luka akibat terkena pisau pelaku.
Informasinya, Senin sekitar pukul 22.00, korban baru saja dari ATM. Selepas itu, korban yang mengendarai motor, melewati jalan Anggrek, (Lingkar Utara) Kelurahan Sukabumi.
Jalanan di daerah tersebut diketahui memang minim penerangan. Terlebih saat itu kondisi sedang hujan, sehingga sepi.
Korban melaju dari arah utara hendak menuju ke selatan untuk pulang ke rumahnya di Kelurahan/Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo.
Nah, saat perjalanan pulang itulah korban dipepet oleh dua pelaku yang membawa kerambit atau pisau genggam.
Korban lantas melarikan diri masuk ke perkampungan warga. Sedangkan, pelaku langsung kabur saat tahu warga sudah ramai.
Korban langsung ditolong oleh warga sekitar yang seketika itu juga menghubungi Babinsa setempat.
“Saya dapat laporan dari warga katanya ada kekerasan. Kami cek langsung ke lokasi. Hasil temuannya kami laporkan ke Polres Probolinggo Kota,” jelas Serda Rohmad, Babinsa Kelurahan Sukabumi.
Korban mengalami luka ringan berupa sayatan di punggungnya saat mencoba mempertahankan sepeda motornya itu. Ia sempat dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh untuk mendapat perawatan. Namun setelah ditangani, korban langsung diperbolehkan untuk pulang.
“Korban mengalami luka ringan dan langsung dibawa ke RSUD dr. Mohamad Saleh,” katanya.
Di sisi lain, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainal Arifin menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas perkara ini.
“Harta benda korban tidak ada yang diambil, sehingga kasus ini diduga percobaan pembegalan. Saat ini masih kami lidik,” kata Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainal Arifin. (mg/fun)
Editor : Abdul Wahid