DRINGU, Radar Bromo - Debit air Sungai Kedunggaleng di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, meluap.
Air naik ke badan jalan dan menyebabkan banjir di Desa Dringu dan Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu.
Sebelumnya, hujan deras mengguyur kawasan Dringu. Hujan turun Minggu (25/2), sejak pukul 16.00 hingga 20.00.
Sekitar pukul 19.00, air Sungai Kedunggaleng mulai meluap. Naik ke jalan dan perkampungan. Beruntung, air cepat surut saat hujan mulai reda.
“Air sempat naik ke Jalan Daendels setinggi 50 sentimeter atau setengah meter. Saat ini sudah tinggal 15 sentimeter, karena mulai surut,” kata Anang Handoko, 42, warga RT 01/RW 01 Dusun Karang Dalem, Desa Kedung Dalem, Dringu.
Begitu jalan banjir, tak ada warga yang berani melintasi jembatan penghubung di Gg. Siwalan, dusun tersebut. Sebab, arus air sungai sangat deras.
Begitu surut, banjir menyisakan sejumlah material. Seperti ranting-ranting pohon dan sampah lainnya. Juga lumpur yang mengendap di jalanan desa setebal 15-20 sentimeter.
Menurut Anang, ini kali pertama air Sungai Kedunggaleng meluap tahun ini. Ia berharap tak ada banjir susulan.
“Semoga tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Setelah dibersihkan, datang lagi banjir. Dibersihkan lagi, kena banjir lagi, sampai empat hari. Semoga tidak demikian, semoga aman,” katanya.
Kades Kedungdalem Sumartono menjelaskan, ada tiga dusun yang terdampak banjir pada Minggu (25/2) malam. Yaitu, Dusun Siwalan, Dusun Karang Dalem, dan Dusun Satrian dengan total jumlah penduduk sekitar 1.600 orang.
“Sementara hanya ada satu rumah yang kemasukan air. Berupa rumah tinggal, tapi tidak ada penghuninya. Berlokasi di Dusun Karang Dalem,” jelasnya.
Sementara, Kades Dringu Kuryadi menambahkan, ada empat dusun yang terdampak banjir di Desa Dringu.
Keempat dusun itu yaitu Dusun Krajan, Dusun Ngemplak, Dusun Gandean, dan Dusun Bandaran.
“Sementara rumah yang kemasukan air ada lima, berlokasi di Dusun Krajan,” katanya.
Setelah banjir surut, menurut Kuryadi, warga bergotong-royong membersihkan material lumpur bawaan banjir.
Namun, karena keterbatasan tenaga, pembersihan tidak bisa dilakukan sekaligus. Dan baru dilanjutkan Senin (26/2) pagi.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, pihaknya menurunkan 10 personel untuk membantu proses pembersihan di Jalan Daendels yang tertutup lumpur. Alat berat dan mobil Damkar juga diturunkan.
“Kami bekerja sama dengan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo menggunakan alat berat berupa loader dan Damkar Kabupaten Probolinggo. Ada juga dari pihak Koramil Dringu,” katanya.
Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto menjelaskan, pihaknya menyemprot material lumpur setebal 15–20 sentimeter di Jalan Daendels, Senin (26/2) pagi.
“Penyemprotan menggunakan satu fire truck berkapasitas 6.000 liter. Dibantu satu unit mobil tangki dari BPBD Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Proses penyemprotan jalan yang tertutup lumpur dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 12.00. Tidak ada kendala dalam proses pembersihan itu. (gus/hn)
Editor : Jawanto Arifin