Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Udeng Tengger Sarat Filosofi, sebagai Pengendali dari Perbuatan Buruk

Ronald Fernando • Jumat, 9 Juni 2023 | 17:50 WIB
SYARAT MAKNA: Udeng Tengger memiliki filosofi atau syarat dengan makna. Udeng ini merupakan salah satu pengingat bagi warga Tengger menghindari berbuat buruk 
SYARAT MAKNA: Udeng Tengger memiliki filosofi atau syarat dengan makna. Udeng ini merupakan salah satu pengingat bagi warga Tengger menghindari berbuat buruk 
PROBOLINGGO, Radar Bromo - Udeng Tengger merupakan penutup kepala yang menjadi ciri khas warga Tengger di Kabupaten Probolinggo. Penutup kepala ini sarat filosofi. Mulai bahan, warna, sampai simbol atau karakter yang ada pada Udeng Tengger (selengkapnya lihat grafis).

Photo
Photo


Sunaryono, tokoh warga Tengger yang juga Kades Ngadisari, Kecamatan Sukapura, menjelaskan, secara filosofi tidak sembarang orang bisa memakai Udeng Tengger ini. Sebab, pemakaiannya berarti siap menerapkan filosofi yang terkandung pada udeng tersebut.

“Tidak sembarang orang bisa memakai udeng ini. pemakainya harus faham dengan maknanya. Kalau tidak paham lalu memakai, ya akhirnya asal memakai saja,” katanya, Kamis (8/6).

Salah satu filosofi yang kuat dalam udeng itu, yaitu dua segitiga yang ada di bagian depan udeng. Ada segitiga terbalik yang memiliki arti kekuatan api, air, dan angin dalam diri manusia. Maksudnya, pemakainya harus menyeimbangkan ketiga unsur tersebut dalam dirinya.

“Apabila apinya terlalu tinggi, sedikit-sedikit marah. Harus diimbangi kekuatan air. Begitupun apabila airnya terlalu besar, maka cenderung diam atau pasif. Apabila kekuatan anginnya besar, kita mudah terombang-ambing,” terangnya.

Selain itu, udeng secara harfiah berasal dari kata untunge seng mudeng atau beruntung orang yang mengerti. Sementara Tengger dari kata anteng dan seger. Artinya, masyarakat yang tenang dan segar secara kepribadian, menggambarkan kepribadian masyarakat Tengger.

“Maknanya secara umum bahwa pada dasarnya perbuatan yang baik, berasal dari perkataan yang baik. Perkataan yang baik bermuara dari pikirin yang baik. Dan pikiran yang baik ada dari hati yang baik,” ujarnya.

Dengan filosofi yang penuh kebaikan itu, diharapkan Udeng Tengger menjadi pengingat dan pengendali diri dari perbuatan buruk. Itulah mengapa, warga Tengger biasa memakai udeng ini saat acara adat dan keagamaan.

“Pentingnya tahu makna dari udeng ini ya seperti itu. Jadi apabila memakai Udeng Tengger, tidak boleh melakukan hal negatif,” ujarnya. (mu/hn) Editor : Ronald Fernando
#Ikon Tengger #pemkab probolinggo #tengger #udeng tengger