Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Melasti, Umat Hindu Suku Tengger Berharap Kembali Suci

Ronald Fernando • Minggu, 4 Juni 2023 | 21:50 WIB
KOMPAK: Umat Hindu Tengger Bromo, melaksanakan upacara melasti Pura Luhur Poten, Sabtu (3/6). (Istimewa)
KOMPAK: Umat Hindu Tengger Bromo, melaksanakan upacara melasti Pura Luhur Poten, Sabtu (3/6). (Istimewa)
SUKAPURA, Radar Bromo - Umat Hindu Suku Tengger Bromo, melaksanakan upacara Melasti di Pura Luhur Poten di Gunung Bromo, Sabtu (3/5) siang. Upacara dilakukan sebagai rangkaian prosesi ulang tahun pura. Salah satu rangkaian acaranya adalah mendak tirta atau pengambilan air suci.

Kepala Desa Ngadisari Sunaryono mengatakan, acara Yadnya Kasada dan upacara ulang tahun pura merupakan dua rangkain berbeda. Namun, selama ini banyak yang salah kaprah. Menganggap melasti sebagai satu rangkaian dengan kasada yang akan dilakukan pada Senin (5/6).

“Rangkaian ulang tahun pura, salah satunya mendak tirta, melasti, dan besok ada kegiatan piodadalan sekitar pukul 10.00. Acara kasada berbeda dengan ulang tahun pura,” jelasnya.

Menurutnya, ulang tahun pura memang digelar berdekatan dengan kasada. Agar lebih meriah. “Sebelumnya kami tidak memiliki pura. Pada 1990 dibangun pura. Pembangunannya dibarengkan dengan acara kasada. Dengan harapan, makin meriah. Namun, kedua hal itu berbeda,” katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto mengatakan, kemarin dilakukan upacara melasti. Minggu (4/6) pagi, akan dilakukan piodadalan sebagai rangkaian dari ulang tahun pura.

Ia berharap dengan dilakukan melasti, untuk menyucikan pratina dan membersihkan diri pribadi umat Hindu di berbagai daerah. Kkhusunya Hindu Bromo Tengger.

“Upacara ini dilakukan untuk membersihkan dan memurnikan diri serta lingkungan dari segala dosa dan kotoran. Melasti juga dianggap sebagai sarana untuk menyucikan arwah leluhur dan menghormati dewa-dewa Hindu,” katanya.

Selama upacara ini, para pemeluk agama Hindu membawa pusaka keluarga, patung dewa, dan lambang keagamaan menuju tempat air suci. Mereka melakukan prosesi pawai dengan mengenakan pakaian adat dan membawa persembahan seperti bunga, dupa, dan makanan. Di tempat air suci, mereka membersihkan pusaka, patung dewa, dan lambang keagamaan dengan mencelupkannya ke dalam air suci sambil berdoa dan memanjatkan mantra. (rpd/rud) Editor : Ronald Fernando
#tengger #yadnya kasada #bromo