Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga di Tiris Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

Fandi Armanto • Minggu, 24 April 2022 | 04:51 WIB
BERSIMBAH DARAH: Polisi melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya Neman. Di tubuh korban ditemukan luka bacok. (Foto: Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)
BERSIMBAH DARAH: Polisi melakukan olah TKP di lokasi meninggalnya Neman. Di tubuh korban ditemukan luka bacok. (Foto: Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)
TIRIS, Radar Bromo - Warga Andungsari, Kecamatan Tiris mendadak gempar. Pasalnya Neman, 54, warga Dusun Segaran Duwes. Meninggal dunia di pinggir jalan kebun kopi tak jauh dari rumahnya, Sabtu (23/4) pagi. Pada tubuh korban ditemukan luka bacokan. Diduga korban meninggal karena dibunuh.

Sebelum ditemukan tewas, sekitar pukul 08.00 korban berpamitan akan ke kebun kopi miliknya. Menggunakan motor Honda Revo miliknya, korban berangkat ke kebun yang berjarak sekitar 500 meter ke arah utara rumahnya.

"Memang sudah biasa pergi ke kebun untuk mengecek kebun kopi miliknya. Pihak keluarga pun sebelumnya tidak merasa curiga," ujar Sekretaris Desa Andungsari, Ludianto.

Satu jam kemudian, sekitar kebun milik Neman mendadak ramai. Hingga akhirnya keramaian itu didengar oleh perangkat desa setempat. Lantas mendatangi tempat kejadian. Benar saja Neman telah ditemukan meninggal dunia dekat dengan kebunnya. Korban meninggal dekat motor milik korban yang saat kejadian ditinggal begitu saja.

"Sebelumnya sudah ramai jika ada kabar Neman meninggal, saya langsung mengecek lokasi kejadian. Saat saya datang sudah ramai warga sekitar. Pada tubuh korban ada bekas bacokan. Kemungkinan korban meninggal karena dibunuh," bebernya.

Perangkat desa setempat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tiris. Polisi pun segera mendatangi dan melakukan olah TKP. Sesampainya di TKP kondisi begitu ramai warga yang penasaran dan berkerumun. Untuk mempermudah olah TKP kemudian polisi memasang garis polisi.

"Situasi saat itu ramai sehingga kami beri garis polisi. Untuk mempermudah proses olah TKP," ujar Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi.



Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Penyebab korban meninggal dunia diduga karena luka berat yang ada di tubuh korban.

Selanjutnya mobil patroli milik Polsek Tiris mengevakuasi ke rumah sakit Waluyo Jati Kraksaan. "Sudah kami bawa ke RSUD Waluyo Jati, ada beberapa luka di tubuh korban. Di antaranya pada kepala, punggung, dan kedua tangannya. Masih kami dalami kasus ini," ungkapnya. (ar/fun) Editor : Fandi Armanto
#warga andungsari dibunuh #polres probolinggo #pembunuhan tiris #warga tiris dibunuh