Jembatan yang terletak di Dusun Krajan, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, itu longsor. Longsor terjadi di bahu jembatan sebelah selatan. Bahkan, titik yang longsor sudah bolong. Sehingga gorong-gorong di bawah jembatan terlihat jelas.
Warga pun menutup bagian yang longsor dengan ranting-ranting dan police line. Kendaraan yang melintas di sini pun hanya bisa lewat bergantian. Sebab, sisi selatan jembatan yang longsor tidak bisa dilewati.
Saat hujan deras turun, air tidak lagi lewat gorong-gorong. Tetapi, mengalir lewat bagian atas gorong-gorong di bawah aspal.
”Kalau hujan deras, airnya nggak lewat gorong-gorong. Tapi, lewat di atasnya gorong-gorong yang berlubang itu,” kata Pendik, 38, warga Wonogoro, Kecamatan Lumbang, yang sering melintas jalan tersebut.
Pendik menerangkan, longsor di jembatan itu terjadi akhir pekan kemarin. Setelah wilayah Lumbang diguyur hujan deras. Diduga, lubang gorong-gorong tidak mampu menampung derasnya air. Hingga akhirnya terjadi longsor dan jembatan rawan ambles.
”Semoga saja, kondisi aspal jalan yang dilalui masih kuat dan aman dilewati,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputro mengaku, sudah mengetahui longsor di jembatan menuju wisata Madakaripura itu. Pihaknya juga sudah memasang rambu dan pembatas untuk menutup separo badan jalan. Supaya pengguna jalan bisa melintas dengan aman.
”Kami akan segera melakukan perbaikan. Direncanakan, perbaikan akan menggunakan program PRIM yang dialokasikan tahun ini. Insyaallah segera kami tangani. Tunggu proses lelang saja,” terangnya. (mas/hn) Editor : Ronald Fernando