Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kopsis Tunas Muda SMKN 1 Probolinggo Terus Berkembang meski Pandemi

Jawanto Arifin • Senin, 12 Juli 2021 | 14:40 WIB
TUNAS MUDA: Pengurus Koperasi Siswa Tunas Muda saat melayani pembelian seragam bagi siswa-siswi baru SMK Negeri 1 Probolinggo.
TUNAS MUDA: Pengurus Koperasi Siswa Tunas Muda saat melayani pembelian seragam bagi siswa-siswi baru SMK Negeri 1 Probolinggo.
PROBOLINGGO, Radar Bromo - Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) diperingati setiap 12 Juli. Bagi Indonesia, hari ini merupakan peringatan Harkopnas ke-72 tahun. Memaknai peringatan ini, Koperasi Siswa (Kopsis) Tunas Muda SMKN 1 Probolinggo mencoba merefleksi perkembangan kopsis serta berbagi tip agar tetap eksis.

Koperasi ini mengawali usahanya dengan mendirikan prakoperasi pada 1974. Saat itu mengelola simpanan pelajar dan terbatas pada kelas tertentu. Kemudian, ditingkatkan dengan usaha pendirian koperasi untuk seluruh siswa SMKN 1.

Anggaran dasar kopsis disahkan dalam rapat anggota tahunan (RAT) yang dilaksanakan pada 10 Februari 1988. Kemudian diajukan permohonan pada kantor Departemen Koperasi Kodya Probolinggo untuk mengukuhkan Koperasi SMEA Negeri Probolinggo, pada 24 Maret 1988.

Hasilnya, Koperasi SMEA Negeri Tunas Muda dikukuhkan pada 6 April 1988. Melalui pengesahan dengan nomor pengukuhan 14/SEK/35/III/88 dengan nama Koperasi Tunas Muda Probolinggo. Jenis kegiatannya dengan membuka toko peracangan, kafetaria mini, dan simpan pinjam.

Awalnya, koperasi ini didirikan sebagai toko sekolah. Digunakan untuk pelajaran praktik dengan unit pertokoan dan unit jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota koperasi yang merupakan siswa-siswi SMKN 1 Probolingo.

Unit pertokoan menjual berbagai keperluan siswa. Seperti alat tulis, buku pelajaran, makanan, minuman, atau perlengkapan sekolah. Harganya lebih murah dibanding toko-toko biasa. Sedangkan, unit usaha pelayanan atau jasa berupa usaha fotokopi, pengetikan, penjilidan makalah, dan lainnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, koperasi siswa ini juga terus berbenah. Tidak hanya melaksanakan praktik memasarkan barang, melayani pembeli, melaksanakan administrasi pertokoan, mempraktikkan, dan menyusun pelaporan keuangan koperasi untuk menumbuhkan mental enterpreneur siswa. Namun, berkembang dengan lebih luas lagi.

Ketua Kopsis Tunas Muda SMK Negeri 1 Probolinggo Anggerys Arif Al Farizi mengatakan, koperasi juga menjadi wadah pembelajaran terintegrasi dengan kurikulum sekolah. Karenanya, sebagai pengurus, pihaknya bisa lebih aktif berkarya memajukan koperasi sekolah. Salah satunya beradaptasi dengan teknologi digital. Upaya ini dilakukan agar Kopsis Tunas Muda bisa terus eksis.

“Kami dapat pembelajaran apa di kelas, bisa diterapkan juga melalui koperasi. Istilahnya, wadah untuk latihan kewirausahaan. Promosi tentang program maupun kegiatan koperasi kami sampaikan melalui media sosial, seperti Fb, IG, maupun TikTok. Tapi, tentu saja kami usung dengan konten-konten yang bermanfaat,“ ujar siswa kelas XII yang menjadi kader kopsis sejak kelas X ini.

Anggota Koperasi Tunas Muda adalah seluruh siswa-siswi SMKN 1 Probolinggo. Sampai 31 Desember 2020, tercatat ada 1.595 siswa. Modal kopsis ini berasal dari simpanan wajib, simpanan pokok, dan simpanan sukarela semua anggota. Untuk iuran keanggotaan, hanya Rp 24 ribu per tahun. Itu pun bisa dicicil Rp 2.000 per bulan.

Photo
Photo
PRESTASI: Dalam berbagai perlombaan koperasi, nama harum SMK Negeri 1 Probolinggo tak diragukan lagi. Tampak tim borong piala dalam Gelar Kreasi Pemuda Koperasi tahun 2019 sebelum pandemi lalu.

Seperti disampaikan Kepala SMKN 1 Probolinggo melalui Pembina Kopsis Tunas Muda Ita Sulistowati. Menurutnya, kepengurusan, pengaderan, RAT, dan semua kegiatan kopsis dilakukan oleh siswa-siswi pengurus koperasi.

“Anak-anak mengurus koperasi hanya saat jam istirahat. Itu pun sudah ada jadwal piketnya. Sehingga, meski jadi pengurus kopsis, menerima pelajaran di kelas tetap prioritas utama. Agar kinerjanya optimal, pengaderannya harus sesuai minat anak-anak sendiri. Kalau minat menjadi pengurus kopsis, paling tidak kami tahu kinerjanya bukan dari keterpaksaan. Itulah mengapa pengurus tidak hanya cakap teori, tapi harus cakap juga praktiknya,” jelasnya.

Pembina Senior Kopsis Tunas Muda SMKN 1 Ririn Herawati menambahkan, sebelum kepengurusan koperasi berganti, pengurus kopsis menyampaikan kegiatan apa saja yang akan dilakukan sebagai persiapan rapat pengurus. “Mulai menyebar angket untuk survei, promosi kopsis, membuka pendaftaran, penyeleksian bertahap, sampai diputuskan nama pengurus yang baru. Semuanya anak-anak yang melakukan. Guru-guru tidak ikut-ikut. Kami hanya mendampingi saja,“ ujarnya.

Status koperasi sehat tak hanya tercermin dari pelaksanaan RAT. Seperti yang rutin dilakukan Kopsis Tunas Muda SMKN 1. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, laporan keuangan kopsis pada 2020, mencatat saldo kas mencapai ratusan juta rupiah. Kondisi ini tergolong menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19. Imbasnya, jumlah SHU yang diperoleh juga ikut menurun.

Eksistensi Kopsis Tunas Muda SMKN 1 Probolinggo diapresiasi oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Ir. Fitriawati. “Di tengah pandemi seperti ini, saya menyambut baik adanya koperasi siswa di Kota Probolinggo, yang semakin maju dan terus berkembang. Khususnya Koperasi Tunas Muda SMKN 1 Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini menunjukkan anak-anak sejak dini sudah belajar berusaha dan mengelola keuangan dengan baik. “Melalui koperasi siswa di sekolah, pendidikan entrepreneur dapat menjadi bekal mereka ke depan untuk bisa menjadi wirausahawan yang tangguh,“ ujarnya. (el/adv) Editor : Jawanto Arifin
#kopsis tunas muda #koperasi probolinggo #smkn 1 probolinggo