RIZKY PUTRA DINASTI, Mayangan
Hobi yang dijalankan dengan baik serta disalurkan secara positif, tentunya akan berdampak positif pula. Apalagi jika hobi tersebut diseriusi, tentu akan menghasilkan. Seperti yang dilakukan oleh Aldi Himawan, 17, dan juga Anta Maulana Fardhani, 17. Kedua siswa itu mampu menjadikan hobinya itu sebagai prestasi.
Aldi yang berasal dari Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, serta Anta warga Jl. Cempaka nomor 11, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, mengaku baru pertama kali mengikuti lomba yang digelar di kampus pusat ASIA, Malang, November silam.
“Mulanya tidak menyangka, karena saingannya banyak,” kata Aldi Himawan. Mereka semakin gembira karena mampu mengharumkan nama madrasahnya. Prestasi itu menurut Aldi juga menepis anggapan kalau prestasi madrasah hanya di bidang agama saja.
Keuntungan pribadi juga mereka dapatkan dengan memenangkan ajang tersebut. “Tentunya kita sangat senang mendapatkan juara II. Sebab kita baru saja mengikuti perlombaan itu. Selain itu sertifikat yang diraih bisa digunakan untuk mendaftarkan diri ke perguruan tinggi,” terang siswa yang akrab disapa Aldi itu.
Aldi berterus terang jika ia ingin melanjutkan kuliah ke Universitas Brawijaya jurusan Teknik Komputer. Dengan begitu, ia bisa mengembangkan kemampuannya di bidang robotik.
Siswa bungsu dari dua bersaudara itu mengaku menyukai robot sejak SMP. Mulai dari sana ia tekun belajar merangkai serta mengoperasikan robot. Bahkan ia rela menyisihkan uang sakunya untuk ditabung guna membeli satu unit robotik. Harga robotik yang ia miliki yakni Rp 2 juta. “Saya terispirasi dari Nur Afandi yang saat ini menjadi pembimbing saya hingga berhasil meraih juara II,” imbuhnya.
Disinggung maslah kesulitanyang pada saat mengoperasikan robot tersebut, Aldi mengakuinya. Pasalnya, mobil ronot itu sempat berhenti. Sebab jika sirkuitnya tidak benar, maka dipastikan robot tidak bisa berjalan dengan baik. “Terjadi kesalahan pada komponen biasa ya cuma gak hidup tapi kl sudah ke sumber tegangan bisa-bisa short circuit atau ngeground,” beber siswa yang gemar minum air putih itu.
Tentunya prestasi tersebut didukung penuh oleh pihak sekolah. Bahkan menurut Kepala Sekolah MAN II Kota Probolinggo M. Alfan Makmur, sekolah memberinya beasiswa berupa gratis biaya SPP.
“Untuk siswa yang berprestasi, SPP nya kita gratiskan. Selain itu juga Sekolah sudah bekerjasama dengan berbagai universitas. Sehingga jika ada siswa berprestasi dalam bidang yang sama, maka langsung masuk universitas tersebut tanpa tes. Termasuk siswanya bebas memilih sekolah UIN di seluruh indonesia,” singkatnya. (rf) Editor : Jawanto Arifin