alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Tiga Bacakades Randuputih Cabut Pengunduran Diri

DRINGU, Radar Bromo– Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Randuputih, Kecamatan Dringu, begitu pelik. Lima bakal calon kepala desa (Bacakades) sempat menyatakan mengundurkan diri. Sehingga Pilkades Randuputih tidak ada bacakadesnya.

Tapi berkat dorongan dari masyarakat, bacakades Randuputih yang mengundurkan diri, akhirnya mulai lunak. Kemarin (30/12), tiga Bacakades bersama warga, mendatangi balai desa. Ketiganya mengajukan pencabutan surat pengunduran diri sebagai bacakades pilkades. Supaya pilkades Randuputih tetap dapat digelar.

Ketiga Bacakades itu adalah Hairul Waton, Herman dan Aris Sabar Iman. Mereka hendak mencabut surat pernyataan pengunduran dirinya. Sayangnya,  panitia pemilih (panlih) tingkat desa, ternyata sudah mengundurkan diri. Sehingga, kemarin hanya ditemui oleh Pj Kades Randuputih, Mistahul Hudan.

Salah satu bacakades, Herman mengatakan, pekan lalu dirinya mengajukan mengundurkan diri sebagai bacakades, karena kecewa dengan panlih dan adanya intervensi dari luar. Panlih desa yang sudah menggelar rapat pleno dan menetapkan lima bacakades hasil scoring, malah mau merubah keputusan. Ini lantaran adanya intervensi dari luar. Sehingga, dirinya menganggap panlih desa sudah tidak adil dan cenderung terpengaruh intervensi dari luar.

Nah, seiring waktu berjalan, keputusan mengundurkan diri itu, didengar banyak warga. Ternyata, warga mendorong dirinya untuk tetap maju dalam pilkades. Karena, warga tidak ingin pilkades itu ditunda dan tidak memiliki kades definitif. Sehingga, dirinya mendatangi balai desa untuk menemui panlih, dan meminta mencabut surat pengunduran dirinya sebagai bacakades.

”Ternyata, keputusan saya juga sama dengan bakal calon lainnya, untuk mencabut surat pengunduran diri. Supaya pilkades di randuputih dapat digelar. Tapi ternyata, panlih yang lama sudah mengundurkan diri,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Dengan pengunduran diri panlih desa, kata Hairul Waton, dirinya sebagai bacakades dan warga, mendorong badan pemusyawaratan desa (BPD) untuk segera membentuk dan melantik panlih baru. Supaya, pilkades Randuputih tetap dapat digelar.

”Dengan dorongan dan dukungan masyarakat, saya mencabut surat pernyataan pengunduran diri saya sebagai Bacakades. Karena saya dan warga komitmen tidak ingin pilkades ini ditunda. Tapi panlih baru yang dilantik nanti, harus adil dan netral. Jangan pernah terpengaruh adanya intervensi dari luar,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Kades Randuputih, Mistahul Hudan saat dikonfirmasi mengatakan, kedatangan tiga bacakades yang hendak mencabut surat pengunduran dirinya, sudah diterima. Namun, untuk pengajuan pencabutan surat pengunduran diri, nanti menjadi ranah dan kewenangan panlih desa. Sehingga, surat pencabutan pengunduran diri itu diarahkan bacakades untuk diserahkan langsung ke panlih baru.

CABUT PENGUNDURAN DIRI: Tiga bacakades Randuputih kemarin berdialog bersama warga di balai desa dan Pj Kades Randuputih. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

”Untuk panlih desa yang lama, sudah mengundurkan diri. BPD sudah bekerja dengan maksimal, untuk segera mencari calon panlih baru dan melantiknya. BPD sudah mengundang calon panlih  baru untuk ditetapkan dan dilantik,” terangnya.

Terpisah, Camat Dringu, Ulfi Ningtyas saat dikonfirmasi mengatakan, untuk pilkades Randuputih, masih terus bergulir. Panlih desa yang lama sudah mengundurkan diri. Saat ini, masih tahap pembentukan panlih yang baru. ”Pilkades Randuputih masih menunggu panlih yang baru mas,” ujarnya. (mas/fun)

DRINGU, Radar Bromo– Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Randuputih, Kecamatan Dringu, begitu pelik. Lima bakal calon kepala desa (Bacakades) sempat menyatakan mengundurkan diri. Sehingga Pilkades Randuputih tidak ada bacakadesnya.

Tapi berkat dorongan dari masyarakat, bacakades Randuputih yang mengundurkan diri, akhirnya mulai lunak. Kemarin (30/12), tiga Bacakades bersama warga, mendatangi balai desa. Ketiganya mengajukan pencabutan surat pengunduran diri sebagai bacakades pilkades. Supaya pilkades Randuputih tetap dapat digelar.

Ketiga Bacakades itu adalah Hairul Waton, Herman dan Aris Sabar Iman. Mereka hendak mencabut surat pernyataan pengunduran dirinya. Sayangnya,  panitia pemilih (panlih) tingkat desa, ternyata sudah mengundurkan diri. Sehingga, kemarin hanya ditemui oleh Pj Kades Randuputih, Mistahul Hudan.

Salah satu bacakades, Herman mengatakan, pekan lalu dirinya mengajukan mengundurkan diri sebagai bacakades, karena kecewa dengan panlih dan adanya intervensi dari luar. Panlih desa yang sudah menggelar rapat pleno dan menetapkan lima bacakades hasil scoring, malah mau merubah keputusan. Ini lantaran adanya intervensi dari luar. Sehingga, dirinya menganggap panlih desa sudah tidak adil dan cenderung terpengaruh intervensi dari luar.

Nah, seiring waktu berjalan, keputusan mengundurkan diri itu, didengar banyak warga. Ternyata, warga mendorong dirinya untuk tetap maju dalam pilkades. Karena, warga tidak ingin pilkades itu ditunda dan tidak memiliki kades definitif. Sehingga, dirinya mendatangi balai desa untuk menemui panlih, dan meminta mencabut surat pengunduran dirinya sebagai bacakades.

”Ternyata, keputusan saya juga sama dengan bakal calon lainnya, untuk mencabut surat pengunduran diri. Supaya pilkades di randuputih dapat digelar. Tapi ternyata, panlih yang lama sudah mengundurkan diri,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Dengan pengunduran diri panlih desa, kata Hairul Waton, dirinya sebagai bacakades dan warga, mendorong badan pemusyawaratan desa (BPD) untuk segera membentuk dan melantik panlih baru. Supaya, pilkades Randuputih tetap dapat digelar.

”Dengan dorongan dan dukungan masyarakat, saya mencabut surat pernyataan pengunduran diri saya sebagai Bacakades. Karena saya dan warga komitmen tidak ingin pilkades ini ditunda. Tapi panlih baru yang dilantik nanti, harus adil dan netral. Jangan pernah terpengaruh adanya intervensi dari luar,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Kades Randuputih, Mistahul Hudan saat dikonfirmasi mengatakan, kedatangan tiga bacakades yang hendak mencabut surat pengunduran dirinya, sudah diterima. Namun, untuk pengajuan pencabutan surat pengunduran diri, nanti menjadi ranah dan kewenangan panlih desa. Sehingga, surat pencabutan pengunduran diri itu diarahkan bacakades untuk diserahkan langsung ke panlih baru.

CABUT PENGUNDURAN DIRI: Tiga bacakades Randuputih kemarin berdialog bersama warga di balai desa dan Pj Kades Randuputih. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

”Untuk panlih desa yang lama, sudah mengundurkan diri. BPD sudah bekerja dengan maksimal, untuk segera mencari calon panlih baru dan melantiknya. BPD sudah mengundang calon panlih  baru untuk ditetapkan dan dilantik,” terangnya.

Terpisah, Camat Dringu, Ulfi Ningtyas saat dikonfirmasi mengatakan, untuk pilkades Randuputih, masih terus bergulir. Panlih desa yang lama sudah mengundurkan diri. Saat ini, masih tahap pembentukan panlih yang baru. ”Pilkades Randuputih masih menunggu panlih yang baru mas,” ujarnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/