alexametrics
30 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Gaji Januari ASN Pemkot Probolinggo Bakal Telat, Ini Penyebabnya

KANIGARAN, Radar Bromo – Perubahan Nomenklatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terjadi di Kota Probolinggo, berdampak pada pencairan gaji pegawai. Gaji pegawai bulan Januari 2020, bakal terlambat.

Keterlambatan itu tidak hanya akan terjadi pada pegawai berstatus PNS. Namun, juga pegawai non PNS. Diperkirakan, pembayaran gaji pegawai akan terlambat sekitar satu minggu.

Hendro, kabid anggaran pada Bagian Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset (BPPKA) Kota Probolinggo membenarkan hal itu. Menurutnya, gaji pegawai bulan Januari 2020 bakal terlambat.

“Untuk pencairan gaji pegawai di bulan Januari memang terlambat. Sebab, ada perubahan nomenklatur OPD yang sedang berlangsung di Pemkot saat ini,” ujarnya saat ditemui setelah rapat Banggar membahas hasil evaluasi Gubernur terhadap Perda APBD 2020, kemarin (30/12).

Hendro menjelaskan, biasanya setiap bulan sekitar tanggal 20, OPD sudah mengajukan rincian pembayaran gaji pegawai. Kemudian, dilakukan pencairan pada awal bulan berikutnya. Yaitu, tanggal 1.

“Namun, untuk bulan Januari 2020 tidak bisa seperti itu. Sebab, Januari itu sudah nomenklatur OPD baru. Sehingga, harus menunggu proses mutasi pejabat dan struktur OPD yang baru,” jelasnya.

Saat disinggung tentang besarnya gaji yang seharusnya dicairkan di bulan Januari, Hendro mengaku tidak tahu pasti. “Saya lupa besarnya gaji yang dibayarkan. Yang jelas, keterlambatan pencairan ini diperkirakan paling tidak satu minggu,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan drg Ninik Ira Wibawati, ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Pemkot Probolinggo. Menurutnya, akan ada keterlambatan gaji pegawai karena ada perubahan nomenklatur OPD di Pemkot Probolinggo.

“Saya lupa besarnya anggaran gaji setiap bulannya. Tapi, memang untuk bulan Januari 2020 ada keterlambatan pencairan gaji pegawai. Sebabnya, karena ada perubahan nomenklatur OPD itu,” ujarnya kemarin (30/12).

Ninik menjelaskan, pengajuan gaji pegawai harus menggunakan nomenklatur OPD yang baru. Karena itu, pengajuannya harus menunggu proses mutasi pegawai. Sementara mutasi pegawai, baru berlangsung kemarin (30/12).

Sekda perempuan pertama di Pemkot Probolinggo itu memperkirakan, gaji akan dicairkan sekitar tanggal 10 Januari. “Perkiraan tanggal 10 Januari, gaji pegawai sudah bisa dicairkan,” ujarnya.

Terlambatnya pencairan gaji pegawai, bukan kali ini saja terjadi di lingkungan Pemkot Probolinggo. Pencairan gaji bulan Januari 2018 juga mengalami keterlambatan.

Saat itu pencairan gaji terlambat karena sejumlah OPD belum menyerahkan Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA). Sehingga, BPPKA sebagai leading sector keuangan belum mencairkan gaji pegawai.

Besaran anggaran gaji pegawai bulan Januari baru bisa diketahui setelah masuknya DPA. Diperkirakan, setiap bulan anggaran untuk gaji pegawai termasuk tunjangan pegawai yang dikeluarkan sekitar Rp 15 miliar. (put/hn)

KANIGARAN, Radar Bromo – Perubahan Nomenklatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terjadi di Kota Probolinggo, berdampak pada pencairan gaji pegawai. Gaji pegawai bulan Januari 2020, bakal terlambat.

Keterlambatan itu tidak hanya akan terjadi pada pegawai berstatus PNS. Namun, juga pegawai non PNS. Diperkirakan, pembayaran gaji pegawai akan terlambat sekitar satu minggu.

Hendro, kabid anggaran pada Bagian Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset (BPPKA) Kota Probolinggo membenarkan hal itu. Menurutnya, gaji pegawai bulan Januari 2020 bakal terlambat.

“Untuk pencairan gaji pegawai di bulan Januari memang terlambat. Sebab, ada perubahan nomenklatur OPD yang sedang berlangsung di Pemkot saat ini,” ujarnya saat ditemui setelah rapat Banggar membahas hasil evaluasi Gubernur terhadap Perda APBD 2020, kemarin (30/12).

Hendro menjelaskan, biasanya setiap bulan sekitar tanggal 20, OPD sudah mengajukan rincian pembayaran gaji pegawai. Kemudian, dilakukan pencairan pada awal bulan berikutnya. Yaitu, tanggal 1.

“Namun, untuk bulan Januari 2020 tidak bisa seperti itu. Sebab, Januari itu sudah nomenklatur OPD baru. Sehingga, harus menunggu proses mutasi pejabat dan struktur OPD yang baru,” jelasnya.

Saat disinggung tentang besarnya gaji yang seharusnya dicairkan di bulan Januari, Hendro mengaku tidak tahu pasti. “Saya lupa besarnya gaji yang dibayarkan. Yang jelas, keterlambatan pencairan ini diperkirakan paling tidak satu minggu,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan drg Ninik Ira Wibawati, ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Pemkot Probolinggo. Menurutnya, akan ada keterlambatan gaji pegawai karena ada perubahan nomenklatur OPD di Pemkot Probolinggo.

“Saya lupa besarnya anggaran gaji setiap bulannya. Tapi, memang untuk bulan Januari 2020 ada keterlambatan pencairan gaji pegawai. Sebabnya, karena ada perubahan nomenklatur OPD itu,” ujarnya kemarin (30/12).

Ninik menjelaskan, pengajuan gaji pegawai harus menggunakan nomenklatur OPD yang baru. Karena itu, pengajuannya harus menunggu proses mutasi pegawai. Sementara mutasi pegawai, baru berlangsung kemarin (30/12).

Sekda perempuan pertama di Pemkot Probolinggo itu memperkirakan, gaji akan dicairkan sekitar tanggal 10 Januari. “Perkiraan tanggal 10 Januari, gaji pegawai sudah bisa dicairkan,” ujarnya.

Terlambatnya pencairan gaji pegawai, bukan kali ini saja terjadi di lingkungan Pemkot Probolinggo. Pencairan gaji bulan Januari 2018 juga mengalami keterlambatan.

Saat itu pencairan gaji terlambat karena sejumlah OPD belum menyerahkan Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA). Sehingga, BPPKA sebagai leading sector keuangan belum mencairkan gaji pegawai.

Besaran anggaran gaji pegawai bulan Januari baru bisa diketahui setelah masuknya DPA. Diperkirakan, setiap bulan anggaran untuk gaji pegawai termasuk tunjangan pegawai yang dikeluarkan sekitar Rp 15 miliar. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/