Jalur Physical Distancing di Probolinggo Bakal Ditambah

PHYSICAL DISTANCING: Polisi menjaga jalan Suroyo yang jadi jalur physical distancing. Saat ini, polresta tengah mengkaji penambahan jalur physical distancing-nya. (Humas Polresta Probolinggo for Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo Kota terus berusaha memutus rantai penyebaran virus korona. Salah satunya dengan mencegah adanya kerumunan orang dengan menerapkan physical distancing. Karenanya, kini juga terus dikaji penambahan jalur physical distancing setelah diterapkan di Jalan Suroyo setiap weekend.

Di media sosial sudah beredar sejumlah titik jalur yang rencananya akan ditutup sewaktu-waktu. Yakni, Jalan Suroyo, Jalan Pahlawan, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Dr. Soetomo, dan Jalan A. Yani. Dari informasi yang beredar, penutupan sementara akan dilakukan mulai pukul 19.00 sampai pukul 24.00. Pada Minggu, akan ditambah mulai pukul 06.00 sampai pukul 12.00.

Namun, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambaryadi Wijaya mengatakan, belum ada penetapan soal rencana penutupan sementara jalur atau penerapan jalur physical distancing. Sejauh ini, physical distancing baru diberlakukan di Jalan Suroyo, setiap weekend atau Sabtu malam Minggu. “Kami masih mempelajari kira-kira hari dan tempat atau jalan yang ramai. Setelah itu, baru di-planing untuk dibuat jalur physical distancing,” ujarnya.

Ambaryadi mengimbau masyarakat tidak keluar rumah saat tidak ada kepentingan mendesak. Apalagi, mengumpulkan orang ataupun berada di titik kerumunan orang. Pihaknya juga berharap peran orang tua untuk menjaga anak-anaknya agar tidak keluar rumah. Mengingat, saat Sabtu malam kemarin masih banyak muda-mudi yang tengah kumpul-kumpul ataupun nongkrong.

“Orang tua yang ada di rumah belum tentu selamat dari Covid-19, jika masih membiarkan anak-anaknya keluar di tempat kerumunan atau nongkrong. Karena bisa jadi anak-anak yang baru nongkrong di kerumunan itu membawa Covid-19 pulang ke rumah,” ujarnya. (mas/rud)