Diikuti 355 Peserta, Juri Pilih 50 Karya Terbaik Lomba Desain Logo Semipro

TELITI: Juri Lomba Desain Logo Semipro Achmad Syaifudin Abdillah (kanan, dari Jawa Pos Radar Bromo) dan Suciati Ningsih (Kabid Promosi Wisata Dispopar Kota Probolinggo) memilih 50 karya terbaik kiriman ratusan peserta di kantor Jawa Pos Radar Bromo, (30/3). (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Lomba Desain Logo Semipro gelaran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo memasuki penjurian tahap pertama. Senin (30/3), para juri memilih 50 karya terbaik dan dinyatakan layak masuk penjurian tahap berikutnya.

Kemarin, penjurian digelar di kantor Jawa Pos Radar Bromo. Para juri memilih dengan teliti sekitar 435 karya kiriman oleh 355 peserta. “Target awal peserta lomba logo ini hanya 100 peserta. Namun, ternyata yang mendaftar melebihi perkiraan, sampai 355 peserta se-Indonesia,” ujar Kepala Bidang Promosi Wisata Dispopar Kota Probolinggo Suciati Ningsih, kemarin.

Dalam lomba yang dibuka sejak 6-28 Maret 2020, para peserta diberi kemudahan untuk mengirimkan karyanya. Yakni, bisa melalui e-mail, sehingga peserta datang dari seluruh Indonesia, seperti Aceh, Riau, bahkan sampai Maluku. “Dalam tahapan ini, dari 435 karya peserta diseleksi menjadi 50 karya. Dari 50 karya akan dipilih 10 karya peserta terbaik, nanti 10 terbaik akan diseleksi oleh Wali Kota,” ujar Suci.

Juri dari Jawa Pos Radar Bromo Achmad Syaifudin Abdillah mengatakan, peserta yang mengikuti lomba ini tidak hanya perorangan. Ada juga peserta tim. Selain itu, para peserta juga diperbolehkan mengirimkan maksimal tiga karya. “Ada beberapa aspek yang dinilai dari karya peserta, seperti kesesuaian tema, komposisi, warna, dan originalitas,” ujarnya.

Selain tidak dibatasi wilayah, peserta juga tidak dibatasi oleh usia. Bahkan, ada peserta yang tercatat masih berstatus pelajar SMP. “Peserta paling banyak justru dari luar Kota Probolinggo. Untuk di Kota Probolinggo, hanya sekitar 10 peserta,” ujarnya.

Sejatinya, kata Udin Genthong –panggilan akrab Achmad Syaifudin Abdillah- ada sejumlah calon peserta yang sudah mengirimkan karyanya, namun ditolak. Sebab, mereka mengirimkan karyanya melebihi deadline yang ditentukan panitia. “Ada 19 peserta yang ditolak karena melebihi deadline. Lewat satu menit saja, sudah ditolak,” ujarnya. (put/rud)