APD di Kota Probolinggo Sangat Terbatas, Berlakukan Skala Prioritas

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Alat Pelindung Diri (APD) di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo saat ini sangat terbatas. Karena itu, diberlakukan skala prioritas.

Dokter Abraar Kuddah, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo menegaskan, APD akan diprioritaskan untuk tenaga medis yang akses langsung dengan pasien suspect korona.

“Betul, saat ini memang APD terbatas. Hampir semua rumah sakit kondisinya seperti itu. Makanya, diprioritaskan APD untuk tenaga medis yang memiliki akses langsung dengan pasien suspect Covid-19,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan APD, pihaknya telah berkoordinasi dengan pabrik di Jawa Tengah untuk supply kebutuhan APD di RSUD. Harganya satu set mencapai Rp 1 juta Rp 1,5 juta.

Satu set ini terdiri atas beberapa item. Yaitu, baju pelindung diri, masker, goggle, sepatu bot, dan sarung tangan khusus medis.

Ketua IDI Kota Probolinggo dr Intan Sudarmadi, Sp.S juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, tenaga medis di kota mulai kesulitan mendapatkan APD masker. Selain langka yang menyediakan, harganya juga melambung tinggi.

“Saat ini APD yang sulit diperoleh adalah masker medis. Kalau pun ada, harganya mahal. Padahal, APD ini penting untuk melindungi petugas medis saat mengobati pasien,” ujarnya kemarin (30/3).

Dijelaskan dr Intan, saat ini di RSUD dr Mohamad Saleh memang masih tersedia stok masker. Namun, penggunaannya sangat dihemat. Sebab, sulit untuk membeli masker.

“Masker N-95 yang efektif untuk perlindungan dari virus juga langka. Di puskesmas dan fasyankes lain, tenaga medis membutuhkan masker juga,” jelasnya.

Karena itu, IDI Kota Probolinggo membuka donasi APD. Sejauh ini, banyak donasi APD yang diterima. Terutama baju pelindung diri (coverall), hand sanitizer, dan kacamata khusus (safety goggles).

“Namun, untuk masker ini belum ada. Informasi yang kami terima akan ada pasokan masker untuk tenaga medis dari Pemerintah Pusat. Namun, kapan itu belum pasti,” ujarnya. (put/hn)