alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Aktif Ikut Galatama, Angler asal Muneng Sudah Dua Kali Jadi Juara

KADEMANGAN, Radar Bromo – Senyum merekah di wajah Lukman Hakim, Sabtu (28/12) malam lalu. Angler asal Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, tersebut berhasil mengangkat lele seberat 3,968 kilogram. Lele seberat itu menjadi lele terberat di antara 101 peserta yang ikut dalam lomba galatama lele di kolam Bromo Fishing.

Atas tangkapan tersebut, dia berhak membawa pulang hadiah utama berupa uang tunai Rp 1,5 juta. Lukman Hakim pun terlihat senang bukan kepalang.

Turun di lapak nomor 23, bersama tiga rekannya memberikan keyakinan yang cukup kuat untuk menjuarai galatama malam itu. Tak ada persiapan khusus yang dilakukannya mengikuti lomba. Hanya saja, dia membawa umpan yang dipakai saat galatama, sudah diracik sedemikian rupa. Agar lele dalam kolam lebih tertarik untuk menyambar umpan.

“Tidak ada persiapan. Umpan dan peranti yang digunakan pun sama dengan yang digunakan oleh angler lainnya. Hanya saja umpan cacing yang saya gunakan, diracik sedemikian rupa supaya lele lebih tertarik,” ujarnya.

Galatama lele dimulai sejak pukul 21.20 dan selesai 22.50. Lomba diikuti oleh peserta dari Kota/Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang. Selama 90 menit perlombaan dibagi menjadi 2 jok dengan durasi masing-masing selama 45 menit. Dengan total lele yang disebar dalam kolam seberat 150 kilogram. Sebanyak tujuh peserta akan menjadi nominasi lele terberat dan salah satu yang paling berat akan muncul sebagai juara.

Ketua Panitia Galatama Lele Ainul Mashudi mengatakan bahwa galatama lele di kolam Bromo Fishing kali ini adalah peserta yang telah inden beberapa hari sebelum perlombaan diadakan. Beberapa dari mereka pun ada yang telah inden satu minggu sebelum lomba berlangsung.

“Angler yang ikut lomba ini mayoritas sudah inden beberapa hari sebelumnya. Bahkan, ada yang inden pada pertandingan minggu lalu, mereka yang telah inden kami prioritaskan. Namun, bagi yang baru datang dan langsung mendaftar juga diperbolehkan,” ujarnya. (ar/fun)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Senyum merekah di wajah Lukman Hakim, Sabtu (28/12) malam lalu. Angler asal Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, tersebut berhasil mengangkat lele seberat 3,968 kilogram. Lele seberat itu menjadi lele terberat di antara 101 peserta yang ikut dalam lomba galatama lele di kolam Bromo Fishing.

Atas tangkapan tersebut, dia berhak membawa pulang hadiah utama berupa uang tunai Rp 1,5 juta. Lukman Hakim pun terlihat senang bukan kepalang.

Turun di lapak nomor 23, bersama tiga rekannya memberikan keyakinan yang cukup kuat untuk menjuarai galatama malam itu. Tak ada persiapan khusus yang dilakukannya mengikuti lomba. Hanya saja, dia membawa umpan yang dipakai saat galatama, sudah diracik sedemikian rupa. Agar lele dalam kolam lebih tertarik untuk menyambar umpan.

“Tidak ada persiapan. Umpan dan peranti yang digunakan pun sama dengan yang digunakan oleh angler lainnya. Hanya saja umpan cacing yang saya gunakan, diracik sedemikian rupa supaya lele lebih tertarik,” ujarnya.

Galatama lele dimulai sejak pukul 21.20 dan selesai 22.50. Lomba diikuti oleh peserta dari Kota/Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang. Selama 90 menit perlombaan dibagi menjadi 2 jok dengan durasi masing-masing selama 45 menit. Dengan total lele yang disebar dalam kolam seberat 150 kilogram. Sebanyak tujuh peserta akan menjadi nominasi lele terberat dan salah satu yang paling berat akan muncul sebagai juara.

Ketua Panitia Galatama Lele Ainul Mashudi mengatakan bahwa galatama lele di kolam Bromo Fishing kali ini adalah peserta yang telah inden beberapa hari sebelum perlombaan diadakan. Beberapa dari mereka pun ada yang telah inden satu minggu sebelum lomba berlangsung.

“Angler yang ikut lomba ini mayoritas sudah inden beberapa hari sebelumnya. Bahkan, ada yang inden pada pertandingan minggu lalu, mereka yang telah inden kami prioritaskan. Namun, bagi yang baru datang dan langsung mendaftar juga diperbolehkan,” ujarnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/