alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Dua Balita di Kota Probolinggo Terinfeksi HIV, Tertular Ibu saat Persalinan

MAYANGAN, Radar Bromo Temuan pasien baru HIV/AIDS di kota Probolinggo cukup mengejutkan. Dari 27 pasien, dua di antaranya anak di bawah usia 4 tahun. Keduanya tertular dari ibunya yang juga positif HIV.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati membenarkan hal itu. Dua di antara 27 pasien HIV atau orang dengan HIV (ODHIV) baru di Kota Probolinggo tahun ini memang anak di bawah usia 4 tahun.

”Untuk pasien HIV yang baru ditemukan, usia kurang dari empat tahun ada dua. Sisanya usia produktif sekitar 20-24 tahun dan 25-49 tahun,” katanya.

Ida -sapaan akrabnya- menerangkan, balita yang terinfeksi HIV itu awalnya diduga tertular dari ibunya. Ibu keduanya pun diperiksa. Hasilnya, ternyata ibu dari dua anak itu juga positif HIV.

Kondisi itu langsung mendapat perhatian serius DKP2KB dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) dengan memberikan pendampingan dan pengobatan pada ibu dan anak tersebut. ”Anak-anak berisiko terutama dari ibu yang juga positif (HIV),” terangnya.

Ketua KPAD Kota Probolinggo Sukardi Mitho menegaskan, sudah memonitor temuan pasien HIV baru di Kota Probolinggo. Termasuk adanya dua anak yang juga terinfeksi HIV.

”Memang benar ada temuan pasien HIV baru. Di antaranya masih usia anak,” ujarnya.

Menurut Sukardi, anak yang terinfeksi HIV itu tertular dari ibunya. Saat hamil, ibunya tidak terdeteksi terinfeksi HIV saat pemeriksaan. Kemudian, sang ibu menjalani proses persalinan dengan normal.

Tidak lama kemudian, ibu tersebut sakit dan diarahkan untuk tes HIV. Hasilnya mengejutkan, karena ibu tersebut positif HIV. Diduga karena proses persalinan secara normal itu, anaknya lantas tertular HIV dari ibunya.

”Karena itu, saat ada ibu yang hamil dan diketahui positif HIV, diberikan pendampingan dan penguatan pada ibu tersebut. Termasuk untuk mencegah penuluaran HIV pada bayi dalam kandungan, proses persalinan harus dilakukan secara Caesar,” katanya.

Harapannya, virus yang menginfeksi ibu tidak sampai menular pada bayi. Termasuk memberikan pengobatan. “Jika ibu terinfeksi HIV menjalani proses persalinan secara normal, bayi bisa tertular,” ujarnya.

Sebagai informasi, hingga akhir Juni 2022 tercatat ada 126 ODHIV yang aktif menjalani pengobatan. Lalu selama separo tahun sampai Juni, ditemukan 27 ODHIV baru. (mas/hn)

MAYANGAN, Radar Bromo Temuan pasien baru HIV/AIDS di kota Probolinggo cukup mengejutkan. Dari 27 pasien, dua di antaranya anak di bawah usia 4 tahun. Keduanya tertular dari ibunya yang juga positif HIV.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati membenarkan hal itu. Dua di antara 27 pasien HIV atau orang dengan HIV (ODHIV) baru di Kota Probolinggo tahun ini memang anak di bawah usia 4 tahun.

”Untuk pasien HIV yang baru ditemukan, usia kurang dari empat tahun ada dua. Sisanya usia produktif sekitar 20-24 tahun dan 25-49 tahun,” katanya.

Ida -sapaan akrabnya- menerangkan, balita yang terinfeksi HIV itu awalnya diduga tertular dari ibunya. Ibu keduanya pun diperiksa. Hasilnya, ternyata ibu dari dua anak itu juga positif HIV.

Kondisi itu langsung mendapat perhatian serius DKP2KB dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) dengan memberikan pendampingan dan pengobatan pada ibu dan anak tersebut. ”Anak-anak berisiko terutama dari ibu yang juga positif (HIV),” terangnya.

Ketua KPAD Kota Probolinggo Sukardi Mitho menegaskan, sudah memonitor temuan pasien HIV baru di Kota Probolinggo. Termasuk adanya dua anak yang juga terinfeksi HIV.

”Memang benar ada temuan pasien HIV baru. Di antaranya masih usia anak,” ujarnya.

Menurut Sukardi, anak yang terinfeksi HIV itu tertular dari ibunya. Saat hamil, ibunya tidak terdeteksi terinfeksi HIV saat pemeriksaan. Kemudian, sang ibu menjalani proses persalinan dengan normal.

Tidak lama kemudian, ibu tersebut sakit dan diarahkan untuk tes HIV. Hasilnya mengejutkan, karena ibu tersebut positif HIV. Diduga karena proses persalinan secara normal itu, anaknya lantas tertular HIV dari ibunya.

”Karena itu, saat ada ibu yang hamil dan diketahui positif HIV, diberikan pendampingan dan penguatan pada ibu tersebut. Termasuk untuk mencegah penuluaran HIV pada bayi dalam kandungan, proses persalinan harus dilakukan secara Caesar,” katanya.

Harapannya, virus yang menginfeksi ibu tidak sampai menular pada bayi. Termasuk memberikan pengobatan. “Jika ibu terinfeksi HIV menjalani proses persalinan secara normal, bayi bisa tertular,” ujarnya.

Sebagai informasi, hingga akhir Juni 2022 tercatat ada 126 ODHIV yang aktif menjalani pengobatan. Lalu selama separo tahun sampai Juni, ditemukan 27 ODHIV baru. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/