Cabut Lockdown, DPRD Kota Probolinggo Langsung Gelar Paripurna

MAYANGAN, Radar Bromo-Meskipun dua anggota DPRD Kota Probolinggo dipastikan positif Covid-19, pimpinan DPRD, , memutuskan untuk mencabut lockdown mulai Rabu (29/7).

Bahkan, Rabu malam (29/7), DPRD langsung menggelar sidang paripurna pembahasan LPJ Wali Kota Probolinggo TA 2019. Lockdown sendiri berlangsung sejak 10 hari lalu. Dan selama 10 hari itu, segala aktivitas di kantor DPRD ditiadakan sementara. Semua anggota dan staf sekwan bekerja dari rumah.

“Kurang lebih 10 hari kami lockdown. Hal itu dilakukan guna mempercepat penanganan,” katanya.

Namun, sejak Rabu (29/7) lockdown resmi dicabut. Pertimbangannya, menurut Mujib, mengacu pada pada UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah. Di situ disebutkan bahwa pemerintahan berjalan beriringan dengan legislatif.

“Dengan demikian, saya nyatakan status lockdown DPRD Kota Probolinggo dicabut dan kami yang dinyatakan negatif akan melakukan kegiatan seperti semua. Sebab, banyak agenda yang sudah menunggu,” tuturnya.

Khusus untuk empat anggota DPRD yang belum keluar hasil tes swab-nya, Mujib mengatakan ada perlakuan berbeda. Keempat anggota DPRD itu untuk sementara tidak melakukan aktivitas di lingkungan DPRD sampai hasil tes swab keluar.

Sebelumnya, diberitakan seorang anggota DPRD Kota Probolinggo dinyatakan positif Covid-19 sepulang kunjungan kerja (kunker) dari Bali. Sementara sebelumnya, seorang staf sekwan juga dinyatakan positif.

Karena kondisi itu, semua anggota DPRD dan staf sekwan mengikuti rapid test masal. Mereka juga mengikuti tes swab. Lalu, sejak Senin (20/7), kantor DPRD Kota Probolinggo di-lockdown. (rpd/hn)