alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Sejumlah Reklame Ambruk, Terdampak Angin Kencang

MAYANGAN, Radar Bromo- Sejumlah reklame dan spanduk di Kota Probolinggo diamankan Satpol PP Rabu (29/6). Sebab, membahayakan warga dan pengguna jalan. Serta, tidak mengantongi izin.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP Kota Probolinggo Ariston mengatakan, akibat angin kencang, sejumlah spanduk dan reklame rusak. Banyak warga yang resah, sehingga mereka melapor ke Satpol PP. Karena itu, pihaknya turun jalan.

Ada sejumlah spanduk yang diamankan dari sejumlah jalan. Di antaranya di Jalan Raya Bromo, Jalan A. Yani, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Pahlawan. “Kami mengamankan reklame yang rusak dan tidak berizin,” ujarnya.

Sesuai Perda Kota Probolinggo Nomor 6/2021 tentang Penempatan dan Izin Pemasangan Reklame, kata Ariston, Satpol PP berhak mengamankan benner yang sudah rusak dan roboh. Serta, mendata reklame yang tidak berizin atau masa izinnya sudah habis.

“Kalau spanduk itu roboh dan masa izinnya masih berlaku, kami masih melakukan koordinasi, apakah diperbarui atau diamankan Satpol PP,” katanya.

Katanya, semua itu dilakukan untuk meminimalisasi risiko dari reklame roboh. Terutama bagi pengendara atau pengguna jalan, maupun pemilik rumah di sekitar dipasangnya reklame. “Harus bekerja sama demi keselamatan seksama,” ujarnya. (mg/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo- Sejumlah reklame dan spanduk di Kota Probolinggo diamankan Satpol PP Rabu (29/6). Sebab, membahayakan warga dan pengguna jalan. Serta, tidak mengantongi izin.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satpol PP Kota Probolinggo Ariston mengatakan, akibat angin kencang, sejumlah spanduk dan reklame rusak. Banyak warga yang resah, sehingga mereka melapor ke Satpol PP. Karena itu, pihaknya turun jalan.

Ada sejumlah spanduk yang diamankan dari sejumlah jalan. Di antaranya di Jalan Raya Bromo, Jalan A. Yani, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Pahlawan. “Kami mengamankan reklame yang rusak dan tidak berizin,” ujarnya.

Sesuai Perda Kota Probolinggo Nomor 6/2021 tentang Penempatan dan Izin Pemasangan Reklame, kata Ariston, Satpol PP berhak mengamankan benner yang sudah rusak dan roboh. Serta, mendata reklame yang tidak berizin atau masa izinnya sudah habis.

“Kalau spanduk itu roboh dan masa izinnya masih berlaku, kami masih melakukan koordinasi, apakah diperbarui atau diamankan Satpol PP,” katanya.

Katanya, semua itu dilakukan untuk meminimalisasi risiko dari reklame roboh. Terutama bagi pengendara atau pengguna jalan, maupun pemilik rumah di sekitar dipasangnya reklame. “Harus bekerja sama demi keselamatan seksama,” ujarnya. (mg/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/