Perda Perubahan Kendaraan Bakal Pertegas Spesifikasi Becak

MENCARI REZEKI: Sejumlah tukang becak mangkal di Jalan Panjaitan Kota Probolinggo. Kini, Pemkot menyediakan perda yang mengatur secara spesifik soal becak. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Peraturan Daerah (Perda) perubahan kendaraan tidak bermotor jenis becak kembali menegaskan larangan untuk modifikasi becak dengan mesin. Bahkan, dalam Perda ini diperjelas klasifikasi becak sesuai standar serta batas angkut penumpang.

“Dalam Perda ini mengatur beberapa larangan. Salah satunya modifikasi becak dengan mesin. Artinya, pengemudi becak harus memenuhi standar yang ditetapkan dalam Perda, termasuk tidak memodifikasi dengan mesin,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo Sumadi, beberapa waktu lalu.

Dalam perda tersebut, terutama dalam pasal 2, Dishub mengatur secara teknis jenis becak yang boleh digunakan di Kota Probolinggo. Seperti sistem kemudi, sistem roda berjumlah 3 dengan ketentuan lebar ban dan diameternya telah ditentukan.

“Ada juga batas penumpang maksimal 2 orang atau tidak melebihi kemampuan daya dorong rem dan daya dukung sumbu roda. Ini berkaitan dengan keselamatan, baik bagi pengemudi dan penumpang,” jelasnya.

Disinggung mengenai penerapan sanksi bagi pelanggar, mantan camat Mayangan ini memastikan jika berkaitan dengan Perda, penegakannya akan dilakukan oleh Satpol PP. “Tapi, jika pelanggaran berkaitan dengan disiplin lalu lintas, masuk ranah Satlantas,” ujarnya.

Sumadi mengungkapkan, dalam perubahan Perda ini ada penghapusan berbagai bea yang sebelumnya dikenakan pada tukang becak. Seperti, penghapusan biaya tanda nomor becak dan surat izin becak. “Semua biaya seperti biaya tanda nomor becak atau perpanjangan surat izin becak dihapus. Ini, untuk meringankan ekonomi tukang becak,” ujarnya. (put/rud)