alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Polemik TPS Jalan Serma, 10 Hari Belum Ada Titik Temu

MAYANGAN, Radar Bromo– Waktu 10 hari ternyata tidak cukup bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, untuk menyelesaikan persoalan Tempat Penampungan Sementara Sampah (TPS) di Jalan Serma Abdurrahman. Masalah TPS di RT 3/RW 4, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, itu belum menemukan solusi pasti.

Seperti diterangkan warga Kelurahan Mangunharjo Kuncoro Wahyu Utomo, 43. Menurutnya, usai dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi III DPRD Kota Probolinggo, pada 17 Mei, sepekan kemudian, Senin (23/5), sejumlah warga diundang ke kantor kelurahan.

“Bunyi undangannya relokasi TPS. Yang diundang seluruh RT dan RW mewakili warga. Ada 4 RW kan di Kelurahan Mangunharjo. LPM, DLH, termasuk pihak kecamatan,” jelasnya, Minggu (29/5).

Hasilnya, muncul dua kubu. Ada yang berharap relokasi dan menolak relokasi. Alasan yang tidak ingin direlokasi, karena bila TPS dipindah ke lokasi cukup jauh, akan ada biaya tambahan lagi untuk membuang sampah. “Kalau kami, jelas sesuai di RDP. Kami minta relokasi,” ujarnya.

Apalagi, kata Kuncoro, Dinkes (Dinas Kesehatan) yang juga sudah survei dan menghadiri RDP, menyatakan adanya TPS ini tidak bagus dipandang. Dari segi kesehatan membahayakan lingkungan dan kesehatan warga. “Warga yang tidak sepakat dilakukan relokasi, mereka yang lokasinya jauh dari TPS,” terangnya.

Selain itu, juga ada bebrapa pertimbangan dan usulan TPS. Termasuk di Jalan Raden Wijaya. “Karena saat itu masih ada beberapa pertimbangan, maka akan dilakukan koordinasi lanjutan antara DLH dengan Bagian Aset. Hingga saat ini kami belum dapat kabar terbaru lagi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa mengaku masih berkoordinasi dengan Bagian Aset. “Masih kami musyawarahkan lokasi TPS yang baru. Sedang proses permohonan ke Bidang Aset,” katanya.

MAYANGAN, Radar Bromo– Waktu 10 hari ternyata tidak cukup bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, untuk menyelesaikan persoalan Tempat Penampungan Sementara Sampah (TPS) di Jalan Serma Abdurrahman. Masalah TPS di RT 3/RW 4, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, itu belum menemukan solusi pasti.

Seperti diterangkan warga Kelurahan Mangunharjo Kuncoro Wahyu Utomo, 43. Menurutnya, usai dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi III DPRD Kota Probolinggo, pada 17 Mei, sepekan kemudian, Senin (23/5), sejumlah warga diundang ke kantor kelurahan.

“Bunyi undangannya relokasi TPS. Yang diundang seluruh RT dan RW mewakili warga. Ada 4 RW kan di Kelurahan Mangunharjo. LPM, DLH, termasuk pihak kecamatan,” jelasnya, Minggu (29/5).

Hasilnya, muncul dua kubu. Ada yang berharap relokasi dan menolak relokasi. Alasan yang tidak ingin direlokasi, karena bila TPS dipindah ke lokasi cukup jauh, akan ada biaya tambahan lagi untuk membuang sampah. “Kalau kami, jelas sesuai di RDP. Kami minta relokasi,” ujarnya.

Apalagi, kata Kuncoro, Dinkes (Dinas Kesehatan) yang juga sudah survei dan menghadiri RDP, menyatakan adanya TPS ini tidak bagus dipandang. Dari segi kesehatan membahayakan lingkungan dan kesehatan warga. “Warga yang tidak sepakat dilakukan relokasi, mereka yang lokasinya jauh dari TPS,” terangnya.

Selain itu, juga ada bebrapa pertimbangan dan usulan TPS. Termasuk di Jalan Raden Wijaya. “Karena saat itu masih ada beberapa pertimbangan, maka akan dilakukan koordinasi lanjutan antara DLH dengan Bagian Aset. Hingga saat ini kami belum dapat kabar terbaru lagi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa mengaku masih berkoordinasi dengan Bagian Aset. “Masih kami musyawarahkan lokasi TPS yang baru. Sedang proses permohonan ke Bidang Aset,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/