alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Polresta Probolinggo Minta Andil Masyarakat untuk Tekan Curanmor

MAYANGAN, Radar Bromo – Banyaknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, membuat sejumlah warga waswas. Namun untuk menekan angka kejahatan ini tak cukup hanya dilakukan kepolisian. Melainkan, butuh peran serta masyarakat.

Hal itu diungkapkan Waka Polresta Kompol Moh. Khoiril. Menurutnya, aksi serupa pada dasarnya dapat diminimalisasi. Kasus curanmor juga menjadi tren dan tak hanya terjadi wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

“Ketika saya bertugas sebagai Kapolsek Pakal, Polrestabes Surabaya, juga sama yang menjadi tren C3, Curat, Curas, dan Curanmor,” ujarnya, Jumat (26/3).

Khoiri mengakui, jumlah personelnya masih jauh dari ideal. Seharusnya setingkat Polresta ada 900 personel, namun sejauh ini hanya sekitar 300 personel. “Saya pikir itu (kurangnya personel) juga terjadi di sejumlah jajaran Polri. Bukan di sini (Polresta) saja,” katanya.

Menurutnya, aksi C3, khusunya curanmor dapat diminimalisasi. Salah satunya dengan mengunci ganda motor dan mengawasinya. Hal itu bisa dilakukan oleh warga, khususnya pemilik kendaraan. “Untuk menekan angka curanmor, masyarakat juga harus turut andil. Minimal menjaga kendaraannya. Terutama pemilik kendaraan,” katanya.

Terjadinya tindak pidana banyak faktor. Salah satunya karena macetnya perekonomian akibat pandemi. “Jadi, sejumlah kasus yang berhasil terungkap, mayoritas terpaksa akibat terhimpit ekonomi. Selanjutnya menjadi kebiasaan,” tambahnya.

Apalagi, jika saat beraksi, pelaku mendapatkan kesempatan yang baik. “Jadi, paling tidak kurangi kesempatan pelaku dengan memberikan kunci ganda atau sebagainya. Selain itu, jangan canggung ketika kehilangan langsung laporkan. Berhasil ditemukan atau tidak, yang terpenting usaha dulu. Selain itu, polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya,” ujarnya. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Banyaknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota, membuat sejumlah warga waswas. Namun untuk menekan angka kejahatan ini tak cukup hanya dilakukan kepolisian. Melainkan, butuh peran serta masyarakat.

Hal itu diungkapkan Waka Polresta Kompol Moh. Khoiril. Menurutnya, aksi serupa pada dasarnya dapat diminimalisasi. Kasus curanmor juga menjadi tren dan tak hanya terjadi wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

“Ketika saya bertugas sebagai Kapolsek Pakal, Polrestabes Surabaya, juga sama yang menjadi tren C3, Curat, Curas, dan Curanmor,” ujarnya, Jumat (26/3).

Khoiri mengakui, jumlah personelnya masih jauh dari ideal. Seharusnya setingkat Polresta ada 900 personel, namun sejauh ini hanya sekitar 300 personel. “Saya pikir itu (kurangnya personel) juga terjadi di sejumlah jajaran Polri. Bukan di sini (Polresta) saja,” katanya.

Menurutnya, aksi C3, khusunya curanmor dapat diminimalisasi. Salah satunya dengan mengunci ganda motor dan mengawasinya. Hal itu bisa dilakukan oleh warga, khususnya pemilik kendaraan. “Untuk menekan angka curanmor, masyarakat juga harus turut andil. Minimal menjaga kendaraannya. Terutama pemilik kendaraan,” katanya.

Terjadinya tindak pidana banyak faktor. Salah satunya karena macetnya perekonomian akibat pandemi. “Jadi, sejumlah kasus yang berhasil terungkap, mayoritas terpaksa akibat terhimpit ekonomi. Selanjutnya menjadi kebiasaan,” tambahnya.

Apalagi, jika saat beraksi, pelaku mendapatkan kesempatan yang baik. “Jadi, paling tidak kurangi kesempatan pelaku dengan memberikan kunci ganda atau sebagainya. Selain itu, jangan canggung ketika kehilangan langsung laporkan. Berhasil ditemukan atau tidak, yang terpenting usaha dulu. Selain itu, polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/