alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Belasan Hektare Lahan Pertanian di Banyuanyar Rusak

BANYUANYAR, Radar Bromo – Bencana alam cuaca ekstrem dan angin kencang, Selasa (25/1) lalu, membuat belasan hektare lahan pertanian di Desa Blado Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, rusak. Desa ini merupakan wilayah terparah terdampak bencana.

Pj. Kepala Desa Blado Wetan Heri Nurdi mengatakan, bencana cuaca ekstrem dan angin kencang setidaknya memporak-porandakan dua dusun. Di dua dusun ini, bangunan yang terdampak bencana mayoritas mengalami kerusakan sedang dan rusak ringan. Hanya ada satu bangunan yang rusak berat dan rata dengan tanah.

“Satu gudang bawang merah ambruk karena kencangnya angin. Sisanya rusak ringan, atap beterbangan dan tertimpa pohon,” katanya.

Dampak lain yang ditimbulkan adalah rusaknya tanaman pertanian milik warga yang mayoritas ditanami cabai, bawang merah, dan jagung. Jumlahnya cukup luas, sebab angin menyapu dua dusun. Termasuk lahan pertanian di sana.

“Lahan pertanian banyak yang rusak. Yang rusak sampai belasan hektare. Jadi warga yang terdampak bisa gagal panen atau hasil panennya tidak maksimal,” tandasnya.

Heri menegaskan, lahan pertanian menjadi sumber nafkah utama mayoritas warganya. Kesejahteraan warga diperoleh saat hasil panennya bagus. Baik dari segi kualitas, maupun kuantitas.

BANYUANYAR, Radar Bromo – Bencana alam cuaca ekstrem dan angin kencang, Selasa (25/1) lalu, membuat belasan hektare lahan pertanian di Desa Blado Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, rusak. Desa ini merupakan wilayah terparah terdampak bencana.

Pj. Kepala Desa Blado Wetan Heri Nurdi mengatakan, bencana cuaca ekstrem dan angin kencang setidaknya memporak-porandakan dua dusun. Di dua dusun ini, bangunan yang terdampak bencana mayoritas mengalami kerusakan sedang dan rusak ringan. Hanya ada satu bangunan yang rusak berat dan rata dengan tanah.

“Satu gudang bawang merah ambruk karena kencangnya angin. Sisanya rusak ringan, atap beterbangan dan tertimpa pohon,” katanya.

Dampak lain yang ditimbulkan adalah rusaknya tanaman pertanian milik warga yang mayoritas ditanami cabai, bawang merah, dan jagung. Jumlahnya cukup luas, sebab angin menyapu dua dusun. Termasuk lahan pertanian di sana.

“Lahan pertanian banyak yang rusak. Yang rusak sampai belasan hektare. Jadi warga yang terdampak bisa gagal panen atau hasil panennya tidak maksimal,” tandasnya.

Heri menegaskan, lahan pertanian menjadi sumber nafkah utama mayoritas warganya. Kesejahteraan warga diperoleh saat hasil panennya bagus. Baik dari segi kualitas, maupun kuantitas.

MOST READ

BERITA TERBARU

/