alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Lama Derita Sakit Kencing Batu, Kakek asal Sukapura Gantung Diri

SUKAPURA, Radar Bromo – Frustrasi karena lama mengidap sakit kencing batu. Mistinap, 70, warga Kecamatan Sukapura, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Jumat pagi (29/10), kakek itu ditemukan tewas dengan kondisi gantung diri di gubuk tengah ladangnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, warga digegerkan dengan penemuan korban Mistinap tewas dengan kondisi gantung diri sekitar pukul 06.30. Saat ditemukan, Mistinap gantung diri menggunakan sarung warna biru yang diikatkan di bambu atap gubuk.

Kapolsek Sukapura AKP Sugeng melalui Kanit Reskrim Bripka Xena saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian warga tewas gantung diri. Korban sebelumnya diketahui keluar dari rumah sekitar pukul 16.00, Kamis lalu (28/10). Korban pamit pada keluarganya untuk melihat ladang yang dikerjakannya.

”Hingga semalaman korban tidak pulang ke rumah. Nah, keluarga korban pun mencari keberadaan korban di ladangnya, yang jaraknya dari rumah sekitar 1 kilometer,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sesampai di ladang, anak korban langsung kaget, melihat bapaknya (korban) sudah dalam keadaan tergantung di gubuk tengah ladang. Melihat kondisi itu, saksi Suhrmi langsung memanggil warga sekitar. ”Kami datang ke lokasi, korban masih dalam kondisi gantung diri,” ujarnya.

SUKAPURA, Radar Bromo – Frustrasi karena lama mengidap sakit kencing batu. Mistinap, 70, warga Kecamatan Sukapura, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Jumat pagi (29/10), kakek itu ditemukan tewas dengan kondisi gantung diri di gubuk tengah ladangnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, warga digegerkan dengan penemuan korban Mistinap tewas dengan kondisi gantung diri sekitar pukul 06.30. Saat ditemukan, Mistinap gantung diri menggunakan sarung warna biru yang diikatkan di bambu atap gubuk.

Kapolsek Sukapura AKP Sugeng melalui Kanit Reskrim Bripka Xena saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian warga tewas gantung diri. Korban sebelumnya diketahui keluar dari rumah sekitar pukul 16.00, Kamis lalu (28/10). Korban pamit pada keluarganya untuk melihat ladang yang dikerjakannya.

”Hingga semalaman korban tidak pulang ke rumah. Nah, keluarga korban pun mencari keberadaan korban di ladangnya, yang jaraknya dari rumah sekitar 1 kilometer,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sesampai di ladang, anak korban langsung kaget, melihat bapaknya (korban) sudah dalam keadaan tergantung di gubuk tengah ladang. Melihat kondisi itu, saksi Suhrmi langsung memanggil warga sekitar. ”Kami datang ke lokasi, korban masih dalam kondisi gantung diri,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/