alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Bacakades Harus Sudah Vaksin dan Tunjukkan Swab PCR sebagai Syarat

KRAKSAAN, Radar Bromo- Tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II serentak yang akan digelar 253 desa di Kabupaten Probolinggo sudah dimulai. Pandemi Covid-19 yang masih melanda, terdapat penyempurnaan syarat yang harus dipenuhi oleh Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades).

Syarat yang harus dipenuhi oleh Bacakades adalah telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua. Serta pemeriksaan swab PCR  dengan keterangan negatif. Dua syarat ini harus ditunjukkan saat melakukan pendaftaran.

Kabid Penataan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, Nur Rahmad Sholeh mengatakan, syarat tersebut tertuang dalam Pasal 17 huruf q dan r Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 58 Tahun 2021. Persyaratan ini dirasa perlu, sebab kondisi pandemi covid-19 yang saat ini masih perlu diwaspadai. Sehingga perlu ada upaya pencegahan agar tidak ada lonjakan covid-19 selama gelaran Pilkades.

“Ada penyempurnaan, pada masa pandemi ditambah dua syarat yakni harus sudah vaksin dan perlu swab PCR,” ungkapnya.

Lebih lengkap dalam pasal 17 huruf q menyebutkan, syarat administratif yang harus dipenuhi adalah Surat keterangan/Sertifikat telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua. Kemudian pada pasal 17 huruf r, dalam masa pandemi COVID-19, apabila hasil swab PCR didapat Bakal Calon positif COVID-19, maka pemeriksaan ditunda sampai yang bersangkutan dinyatakan negatif dan atau telah melewati batas waktu 21 hari setelah pemeriksaan pertama dinyatakan positif.

Batas waktu ini hingga waktu penetapan calon, sebagai pengganti akan dikeluarkan Surat Keterangan Sementara Sehat Jasmani dan Rohani dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan atau RSUD Tongas. “Harus dipenuhi karena memang dipersyaratkan,” katanya.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Dewi Vironica mengatakan jika banyak bacakades yang telah melakukan swab PCR. Satu diantaranya dinyatakan positif Covid-19. Karenanya, pihaknya kemudian mengarahkan bacakades untuk melakukan karantina terlebih dahulu selama 10 hari di Puskesmas Maron. Meski harus menjalani karantina bacakades tersebut masih tetap dapat melakukan pendaftaran cakades.

“Untuk sementara ada satu bacakades yang positif. Karantina itu sudah berjalan selama 2 hari terakhir. Sementara masa pembukaan pendaftaran tersebut hingga tanggal 9 November mendatang,” katanya. (ar/fun)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo- Tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahap II serentak yang akan digelar 253 desa di Kabupaten Probolinggo sudah dimulai. Pandemi Covid-19 yang masih melanda, terdapat penyempurnaan syarat yang harus dipenuhi oleh Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades).

Syarat yang harus dipenuhi oleh Bacakades adalah telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua. Serta pemeriksaan swab PCR  dengan keterangan negatif. Dua syarat ini harus ditunjukkan saat melakukan pendaftaran.

Kabid Penataan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, Nur Rahmad Sholeh mengatakan, syarat tersebut tertuang dalam Pasal 17 huruf q dan r Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 58 Tahun 2021. Persyaratan ini dirasa perlu, sebab kondisi pandemi covid-19 yang saat ini masih perlu diwaspadai. Sehingga perlu ada upaya pencegahan agar tidak ada lonjakan covid-19 selama gelaran Pilkades.

“Ada penyempurnaan, pada masa pandemi ditambah dua syarat yakni harus sudah vaksin dan perlu swab PCR,” ungkapnya.

Lebih lengkap dalam pasal 17 huruf q menyebutkan, syarat administratif yang harus dipenuhi adalah Surat keterangan/Sertifikat telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua. Kemudian pada pasal 17 huruf r, dalam masa pandemi COVID-19, apabila hasil swab PCR didapat Bakal Calon positif COVID-19, maka pemeriksaan ditunda sampai yang bersangkutan dinyatakan negatif dan atau telah melewati batas waktu 21 hari setelah pemeriksaan pertama dinyatakan positif.

Batas waktu ini hingga waktu penetapan calon, sebagai pengganti akan dikeluarkan Surat Keterangan Sementara Sehat Jasmani dan Rohani dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan atau RSUD Tongas. “Harus dipenuhi karena memang dipersyaratkan,” katanya.

Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Dewi Vironica mengatakan jika banyak bacakades yang telah melakukan swab PCR. Satu diantaranya dinyatakan positif Covid-19. Karenanya, pihaknya kemudian mengarahkan bacakades untuk melakukan karantina terlebih dahulu selama 10 hari di Puskesmas Maron. Meski harus menjalani karantina bacakades tersebut masih tetap dapat melakukan pendaftaran cakades.

“Untuk sementara ada satu bacakades yang positif. Karantina itu sudah berjalan selama 2 hari terakhir. Sementara masa pembukaan pendaftaran tersebut hingga tanggal 9 November mendatang,” katanya. (ar/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/