alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Jelang Maulid Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

Muncul Banyak Pedagang Dadakan, Satpol PP Belum Bisa Usir Paksa

KADEMANGAN, Radar Bromo– Menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW., sejumlah jalan di Kota Probolinggo, dipadati pedagang buah dadakan. Salah satunya di Jalan Supriyadi atau belakang PT Eratex Djaja, Kota Probolinggo. Tak ayal, arus lalu lintas di jalan ini semakin terganggu.

Mendekati Maulid Nabi, jumlah pedagang semakin banyak. Bahkan, tak sedikit yang lapaknya memakan bahu jalan dan membuat tenda semi permanen. Satpol PP Kota Probolinggo, mengaku perlu memperingatkan mereka untuk pindah sebelum diusir paksa.

Dari sejumlah pedagang itu, di antaranya ada ST. Pedagang buah asal Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku hanya kemarin berjualan di Jalan Supriyadi. Ia berjualan di jalan ini karena mendekati Maulid Nabi. “Hanya sementara. Habis Maulid, kami sudah tidak jualan lagi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sugito. Pedagang buah asal Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok. Ia mengaku bisa mendapatkan penghasilan cukup lumayan ketika berjualan di Jalan Supriyadi. Karenanya, meski sadar mengganggu arus lalu lintas, masih tetap berjualan demi menafkahi keluarganya.

“Di sini (Jalan Supriyadi) potensi. Saya siap dirapikan asalkan tetap bisa berjualan di belakang Eratex. Soalnya, memang pendapatannya lumayan. Sementara saya punya tiga anak yang sekolah dan harus dibiayai,” ujarnya.

Banyaknya pedagang buah dadakan menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW., juga dibenarkan oleh Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo, Hendra Kusuma. Bahkan, bukan hanya di belakang PT Eratex Djaja.

Ia mengaku, akan memberikan surat teguran sebelum mengusir para pedagang yang berjualan di tempat terlarang. “Memang prosedurnya kami berikan teguran lisan, tertulis, baru ditindak atau dibubarkan,” ujarnya.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengungkapkan, kini pemerintah daerah masih mencarikan lokasi untuk sejumlah pedagang buah yang selama ini berjualan di belakang PT Eratex Djaja. “Masih dicarikan tempat relokasi,” ujarnya. (rpd/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.