alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Jembatan Kedungasem Dibangun, Jalan Nasional Ditutup 8 Bulan  

WONOASIH, Radar Bromo Sempat gagal,  proses lelang pembangunan jembatan Kedungasem, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, kembali dibuka. Dalam pekan ini sudah ada penentuan pemenang lelangnya. Ditargetkan pertengahan November 2020, kontrak pengerjaan pembangunan jembatan yang ambrol tersebut bisa dimulai.

Warso selaku Kaur Balai Besar Pengerjaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Bali saat ditemui mengatakan, tender pembangunan jembatan Kedung Asem sudah hampir rampung. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu rekanan pemenang tender proyek pembangunan jembatan senilai Rp 12 miliar tersebut.

”Nanti setelah ada penetapan pemenang, masih ada massa sanggah sampai tanggal 6 November. Jika tidak ada sanggahan, penetapan bisa dilakukan tanggal 9 November dan baru kontrak pengerjaannya,” katanya.

Pembangunan jembatan yang ada di jalan nasional itu diperkirakan Warso, membutuhkan waktu 8 bulan. Jika dimulai November 2020, maka pengerjaannya baru selesai pada Juni 2021. Nah, selama pengerjaan itu, akses jalan raya tersebut ditutup total. Sementara itu, kendaraan besar maupun kecil dialihkan ke jalan alternatif.

”Rencana pengerjaan paket jembatan Kedungasem itu 8 bulan. Selama pengerjaan, jalan akan tutup total. Sebab, jembatan bailey akan dibongkar. Baru kemudian dibangun jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 14 meter, full dengan trotoarnnya,” terangnya.

Direncanakan pertengahan November sudah mulai kontrak pengerjaan proyek pembangunan jembatan tersebut. Lalu sesuai rencana, selama November sampai Desember, pengerjaan pembangunan jembatan itu baru tahap pembongkaran jembatan bailey sampai pembangunan fondasinya.

”Untuk fisik jembatannya rencana mulai dikejarakan di awal tahun 2021. Kami upayakan tidak sampai 8 bulan sudah selesai pengerjaannya,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan Kedungasem harus dilakukan karena pada Sabtu (2/5), jembatan itu ambrol. Bagian yang ambrol adalah pilar tengah jembatan. Pilar itu berada di sisi barat jembatan. Sedangkan pilar tengah sisi timur tidak ambrol, namun retak.

Jembatan ini dibangun pada tahun 1978 atau telah berusia 42 tahun. Jembatan yang memiliki panjang 18 meter ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan Lumajang dan Jember.

Sebelum dibangun lagi, dipasang jembatan bailey atau jembatan darurat sepanjang 30 meter dan lebar 7 meter di sini. Namun, jembatan ini hanya bisa menahan beban maksimal 5 ton dan mulai diujicobakan sejak 12 Mei 2020. (mas/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.