alexametrics
25.7 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Angkut 4.840 Liter Solar, Kapal Terbakar di Gili Ketapang  

SUMBERASIH, Radar Bromo– Sebuah kapal motor (KM) bermuatan  4.840 liter solar terbakar di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Kamis (29/10). Tak ada korban jiwa dalam kejadian sekitar pukul 10.00 itu. Namun, korban mengalami kerugian materi cukup besar, sekitar Rp 150 juta.

Kapal motor itu diketahui milik Ali, 45, warga Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih. Diduga kebakaran itu terjadi akibat ada saluran selang yang bocor. Sehingga, mesin pompa terbakar.

Kepala Desa Gili Ketapang Suparyono mengatakan, kebakaran itu tidak sampai memakan korban jiwa. Hanya kerugian materil. Api berhasil dipadamkan sekitar 45 menit kemudian. Agar api tidak menyambar sejumlah kapal di dermaga selatan Pulau Gili Ketapang, KM AWE ditarik sedikit ke tengah.

Saat itu, kapal ini mengakut ribuan liter solar yang terbagi dalam 22 drum. Dari puluhan drum itu, 13 di antaranya turut terbakar, sedangkan 9 drum sisanya bisa diselamatkan. “Masing-masing drum berisi 220 liter solar. Solar itu akan digunakan atau didistribusikan untuk keperluan warga Gili,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Polairud AKP Slamet Prayitno mengatakan, kapal barang itu bersandar di dermaga Pulau Gili, sisi setalan dengan membawa 22 drum solar yang akan digunakan warga Desa Gili Ketapang.

Saat pemindahan solar menggunakan mesin pompa, diduga mengalami kebocoran selang. Bensin di mesin penyedot mengenai bagian pembuangan atau sejenis knalpon, sehingga langsung terbakar.

“Mesin pompa itu menggunakan BBM (bahan bakar minyak) bensin. Nah, ini yang masih belum diketahui yang bocor itu selang bensin mesin pompa atau selang solar. Yang jelas, percikan api berawal dari mesin pompa. Kemudian, merembet ke kapal, termasuk ke sejumlah drum berisi solar yang dibawa,” jelas Slamet.

Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian korban cukup besar, ditaksir Rp 150 juta. Kerugian itu terhitung dari kerusakan kapal dan 13 drum solar yang ikut terbakar. “Informasinya solar itu milik perorangan yang nantinya akan didistribusikan kepada warga Gili,” jelas Slamet. (rpd/rud)

 

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.