alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Enam Bulan, Temukan 27 Pasien Baru HIV di Kota Probolinggo, 2 Meninggal

MAYANGAN, Radar BromoPasien HIV/AIDS di Kota Probolinggo juga terus bertambah. Hingga Juni 2022, ditemukan 27 pasien baru yang positif terjangkit HIV/AIDS.

Kondisi itu menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo. Plt Kepala DKP2KB Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati mengatakan, penularan HIV/AIDS menjadi perhatian serius Pemkot Probolinggo. Untuk itu, pihaknya pun terus berupaya melakukan pencegahan atas penularan penyakit ini.

Menurutnya, hingga akhir Juni 2022, ada 126 orang dengan HIV (ODHIV) yang aktif menjalani pengobatan. Lalu, ditemukan pasien baru HIV/AIDS sebanyak 27 orang. Selain itu, ada dua ODHIV yang meninggal tahun ini.

”Untuk tahun ini mulai Januari sampai Juni 2022, ditemukan 27 pasien HIV baru. kemudian ada dua pasien HIV yang meninggal tahun ini. Tapi, yang meninggal ini pasien lama,” katanya.

Ida -sapaan akrabnya- menerangkan, upaya penanganan kasus HIV/AIDS terus dilakukan. Mulai dari pencegahan dan pengobatan.

Untuk upaya pencegahan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan menjadikan sasaran kelompok sekolah. Termasuk melakukan tes HIV pada kelompok risiko, seperti ibu hamil. Dengan maksud, jika ada kasus bisa ditemukan sedini mungkin.

”Kami juga memberikan pelayanan tes HIV di semua puskesmas. Sedangkan untuk pengobatan, tergantung kondisi pasien. Bisa di rumah sakit umum atau Puskesmas Kanigaran,” terangnya.

MAYANGAN, Radar BromoPasien HIV/AIDS di Kota Probolinggo juga terus bertambah. Hingga Juni 2022, ditemukan 27 pasien baru yang positif terjangkit HIV/AIDS.

Kondisi itu menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo. Plt Kepala DKP2KB Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati mengatakan, penularan HIV/AIDS menjadi perhatian serius Pemkot Probolinggo. Untuk itu, pihaknya pun terus berupaya melakukan pencegahan atas penularan penyakit ini.

Menurutnya, hingga akhir Juni 2022, ada 126 orang dengan HIV (ODHIV) yang aktif menjalani pengobatan. Lalu, ditemukan pasien baru HIV/AIDS sebanyak 27 orang. Selain itu, ada dua ODHIV yang meninggal tahun ini.

”Untuk tahun ini mulai Januari sampai Juni 2022, ditemukan 27 pasien HIV baru. kemudian ada dua pasien HIV yang meninggal tahun ini. Tapi, yang meninggal ini pasien lama,” katanya.

Ida -sapaan akrabnya- menerangkan, upaya penanganan kasus HIV/AIDS terus dilakukan. Mulai dari pencegahan dan pengobatan.

Untuk upaya pencegahan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan menjadikan sasaran kelompok sekolah. Termasuk melakukan tes HIV pada kelompok risiko, seperti ibu hamil. Dengan maksud, jika ada kasus bisa ditemukan sedini mungkin.

”Kami juga memberikan pelayanan tes HIV di semua puskesmas. Sedangkan untuk pengobatan, tergantung kondisi pasien. Bisa di rumah sakit umum atau Puskesmas Kanigaran,” terangnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/