Hewan Kurban Kian Melejit Mahal, Diprediksi Sampai H+7

KANIGARAN, Radar Bromo – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, harga hewan yang biasanya dikurban akan semakin mahal. Bahkan, tingginya hewan ini diperkirakan akan terjadi sampai H+7.

Kabid Produksi Pengolahan dan Pemahaman Hasil Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo Suryanto Soares mengatakan, ada beberapa tips untuk mendapatkan hewan kurban yang baik. Yakni, pilih yang jantan, sehat, tidak cacat, bulu cerah mengkilap dan tidak kusam, serta cukup umur. “Paling tidak, ciri-ciri itu dapat dilihat secara fisik,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo Irhamni. Menurutnya, yang terpenting untuk memilih hewan kurban yang baik, sesuaikan dulu dengan keuangannya.

“Kambing kisarannya Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Kalau kambing PE bisa Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Domba Rp 2 juga sampai Rp 3,5 juta. Sapi dan kerbau, sekitar Rp 15 juta sampai Rp 25 juta,” ujarnya.

Menurutnya, harga ini perkirakan saat memasuki H-7 sampai H+7 Idul Adha. Baru setelah H+7, harga hewan ternak bisa turun. “Biasanya usai Idul Kurban harganya masih tinggi. Baru seminggu setelahnya, akan berangsur turun,” ujarnya.

Selain tidak cacat dan kurus, hewan kurban harus cukup umur yang ditandai dengan poel. Untuk kambing dan domba, minimal dua gigi serinya sudah berganti gigi tetap. Sedang, untuk sapi minimal berusia dua tahun. Tandanya sama, bergantinya gigi seri.

“Hewan kurban harus kondisi sehat dengan tidak menunjukkan tanda-tanda seperti nafsu makan kurang, demam, kudisan, ada tempat buangan dari lubang hidung, dan bulu kusam,” ujarnya. (rpd/fun)