alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Kota Probolinggo Dijatah 700 Dosis Vaksin PMK

MAYANGAN, Radar Bromo- Vaksinasi ternak dari serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Probolinggo telah dimulai. Sasaran pertama puluhan sapi perah di Kecamatan Mayangan.

Namun, tidak semua sapi perah divaksin. Sebab, ada seekor sapi perah yang sakit mastitis atau saluran susu tersumbat. Penyuntikannya masih menunggu sembuh. Sementara, 69 ekor lainnya dinyatakan sehat dengan suhu tubuh rata-rata 37 derajat.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo Suryanto Suares mengatakan, dari usulan 200 dosis, pihaknya mendapatkan 700 dosis vaksin. Vaksin ini diutamakan untuk 200 sapi perah dan sisanya untuk sapi potong betina.

“Dosis vaksin yang didapatkan pada tahap pertama harus habis dalam tujuh hari atau sebelum kedaluwarsa. Rencananya, September mendatang, kami akan mengusulkan tambahan vaksin,” ujarnya, Senin (27/6).

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKPP Kota Probolinggo drh. Vaiga Miriami mengatakan, usai divaksin, kemungkinan ada efek samping yang dialami ternak. Misalnya, suhu tubuh menjadi tinggi.

Namun, tidak semua ternak mengalami efek samping seperti ini. Reaksi satu ternak dengan lainnya bisa berbeda. Untuk mengurangi efek samping, bisa diberi vitamin sebelum divaksin.

“Vaksin tahap awal, kami berikan pada ternak yang belum terpapar. Ternak yang pernah sakit ditunda dulu. Sebab, memiliki antibodi yang bagus untuk PMK,” ujarnya. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo- Vaksinasi ternak dari serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Probolinggo telah dimulai. Sasaran pertama puluhan sapi perah di Kecamatan Mayangan.

Namun, tidak semua sapi perah divaksin. Sebab, ada seekor sapi perah yang sakit mastitis atau saluran susu tersumbat. Penyuntikannya masih menunggu sembuh. Sementara, 69 ekor lainnya dinyatakan sehat dengan suhu tubuh rata-rata 37 derajat.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kota Probolinggo Suryanto Suares mengatakan, dari usulan 200 dosis, pihaknya mendapatkan 700 dosis vaksin. Vaksin ini diutamakan untuk 200 sapi perah dan sisanya untuk sapi potong betina.

“Dosis vaksin yang didapatkan pada tahap pertama harus habis dalam tujuh hari atau sebelum kedaluwarsa. Rencananya, September mendatang, kami akan mengusulkan tambahan vaksin,” ujarnya, Senin (27/6).

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKPP Kota Probolinggo drh. Vaiga Miriami mengatakan, usai divaksin, kemungkinan ada efek samping yang dialami ternak. Misalnya, suhu tubuh menjadi tinggi.

Namun, tidak semua ternak mengalami efek samping seperti ini. Reaksi satu ternak dengan lainnya bisa berbeda. Untuk mengurangi efek samping, bisa diberi vitamin sebelum divaksin.

“Vaksin tahap awal, kami berikan pada ternak yang belum terpapar. Ternak yang pernah sakit ditunda dulu. Sebab, memiliki antibodi yang bagus untuk PMK,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/